Sunday, 12 July 2020

Petani Garam Manfaatkan Lahannya Sebagai Tambak Udang

post-top-smn
Ilustrasi Petani Garam

Ilustrasi Petani Garam

Jatim, SMN – Untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya selama musim penghujan, petani garam di Kabupaten Pamekasan mengalihfungsikan lahan garam menjadi tambak udang. Hal itu dilakukan karena petani garam tidak bisa memproduksi garam, jadi untuk penuhi kebutuhan hidupnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pamekasan, Nurul Widiastuti, Selasa (23/2) mengatakan, sebagian petani garam di kabupaten ini memanfaatkan lahannya menjadi tambak ikan atau udang, meskipun belum sepenuhnya bisa membantu secara ekonomi, karena hasilnya hanya untuk konsumsi pribadi.

Dikatakannya, pemeliharaan yang petani lakukan tidak menggunakan pakan dan secara tradisional. Jadi bibit ditanam dibiarkan saja mengandalkan lumut, mengandalkan plankton yang sudah ada. “Tujuan mereka memang sudah tidak lagi komersil, biasanya digunakan untuk konsumsi sendiri apabila tidak musim ikan atau tidak punya uang, jadi tidak original komersil,” katanya.

Namun demikian, secara perlahan, DKP Pamekasan berencana untuk mengarahkan para petani garam untuk memanfaatkan secara maksimal, lahan tambak yang tidak dapat memproduksi garam menjadi tambak ikan atau udang, guna memberikan tambahan pendapatan kepada para petani garam.

“Kami akan memberikan pengarahan kepada mereka untuk bisa memaksimal lahan garam yang dialih fungsikan menjadi tambak udang tersebut,” ujarnya.

Rencana ini akan diawali dengan melakukan identifikasi terhadap para petani garam yang bersedia berbudidaya secara ekonomis, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai modal para petani saat memasuki musim kemarau dan menyisihkan sedikit hasil garamnya untuk usaha tambak ikan atau udang saat memasuki musim penghujan.

Untuk diketahui, produksi garam di Kabupaten Pamekasan meningkat dari tahun 2007 sampai tahun 2009. Dengan luasan tambak garam sebesar 975 hektare, kabupaten Pamekasan berhasil memproduksi garam sebesar 64.000 ton (2007) dengan masa produksi 4 bulan, meningkat menjadi 88.000 ton (2008).

Tahun 2015 produksi garam di Pamekasan meningkat dari hanya 89.282,5 ton pada 2014 menjadi 123.534 ton pada musim produksi garam 2015. Peningkatan produksi garam ini terjadi berkat penerapan teknologi geomimbran yang diberlakukan oleh kelompok usaha garam yang ada di Pamekasan ini. (kominfo Jatim)

post-top-smn

Baca berita terkait