Thursday, 22 October 2020

Pesona Bahari Dapat Penghargaan Pelestarian Alam dari Kapolres

post-top-smn
Keterangan : Foto (Tengah) Ketua Pokmaswas Pesona Bahari. Foto  Penghargaan Pelestarian Terumbu Bangsring Diberikan Kapolres Banyuwangi

(Tengah) Ketua Pokmaswas Pesona Bahari sambil menunjukkan Penghargaan Pelestarian Terumbu Bangsring yang Diberikan Kapolres Banyuwangi

Banyuwangi, SMN – Kini, perjuangan yang dilakukan Pokmas Was & Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Bahari akan pelesatarian pantai biota laut masuk kategori berhasil mendapatkan respon positif dari sejumlah masyarakat setempat. Terbukti pada tahun 2016 lalu hingga bisa mendapatkan penghargaan dari Kapolres Banyuwangi, AKBP Budi Mulyanto SIK, MH karena melestarikan lingkungan alam dengan menanam dan merawat terumbu karang di sepanjang perairan pantai laut bangsring.

Nampak jelas terlihat, perasaan bangga diungkapkan Ketua Pokmas Was dan sekaligus sebagai Wakil Ketua (WK) Pokdarwis Pesona Bahari, Abdul Azis saat ditemui SMN dikediamannya mengatakan, ia saat itu tetap terus berupaya untuk melakukan terobosan dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang berorientasi pada sektor kepariwisataan.

Rintisan yang sudah dikelolanya bertahun – tahun ini diharapkan bisa memberikan efek positif bagi pelestarian alam khususnya biota laut yang hingga saat ini terus dijaga kelestariannya. Menurutnya, penghargaan yang telah diterimanya ini merupakan suatu bentuk semangat dan tantangan untuk tetap berkomitmen bersama dalam menjaga pelestarian alam biota laut disepanjang wilayah pantai Bangsring dan sekitarnya.

“Semua ini merupakan berkat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, sehingga bisa terwujud semuanya. Ada sebanyak kuranglebih 30 anggota Pokmas Was dan 50 anggota Pokdarwis yang siap untuk terus mengembangkan ekosistem biota laut dan melakukan perubahan menset masyarakat agar tidak melakukan lagi perusakan alam dengan melakukan pemboman ikan,” Ungkapnya.

Saat ini, untuk peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat sudah dipersiapkan tempat untuk dijadikan sebuah tempat atraktif yang mempunyai tujuan menghibur sejumlah wisatawan lokal ataupun mancanegara (Wisman) dalam menikmati ekosistem dan pantai. Fasilitas yang sudah tersedia ada perahu nelayan ada sebanyak 9 unit dan kapal kayu sebanyak 16 unit berfungsi untuk menghantarkan kesejumlah titik wisata seperti pulau tabuhan dan pulau menjangan.

“Mayoritas yang bekerja dari masyarakat setempat dan sudah memiliki asuransi serta dilengkapi sefty dalam beroperasional. Kedepan, akan terus mengalakan penghijauan dan terus menambah biota terumbu karang agar bisa terjaga kelestariannya. Kedepan berharap ada terobosan pembuatan homestay program hibah dari instansi yang terkait, karena hal ini juga sangat berdampak pada peningkatan ekonomi kesejahteraaan masyarakat,” Ungkapnya.(dhi)

post-top-smn

Baca berita terkait