Thursday, 24 September 2020

Pertinas, Bentuk Kader Kesehatan Bangsa

post-top-smn
Pembukaan Pertinas ditandai dengan pemukulan genderang

Pembukaan Pertinas ditandai dengan pemukulan genderang

 

Kab. Blitar, SMN – Praja Muda Karana (Pramuka) wadah kepemudaan untuk membentuk karakter, disiplin dan bertanggungjawab. Fenomena saat ini, merosotnya nilai budi pekerti, tata krama, gaya hidup tidak sehat seperti mengkonsumsi narkoba, minum minuman keras seolah menjadi budaya di negeri ini. Untuk itu, melalui Perkemahan Tingkat Nasional Saka Bakti Husada (Pertinas SBH) V Kementerian Kesehatan berkomitmen membentuk pemuda yang handal, berkarakter, berkualitas, dan terampil. Dan ini juga memerlukan dukungan semua pihak. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bakti Husada Balitbang Kemenkes, dr. Siswanto saat pembukaan Pertinas SBH V di Bmi Perkemahan Serut, Senin (17/10).

Lebih lanjut disampaikan bahwa, Pertinas sebagai wahana bagi penegak dan pandega meningkatkan persaudaraan, cinta tanah air, bakti fisik dan non fisik. Maksud dan tujuan dari kegiatan ini juga membentuk kader kesehatan. Pembentukan kader kesehatan yang siap berperan dalam gerakan Indonesia sehat. Ia berharap, peserta Pertinas ini dapat menjadi suri tauladan bagi pemuda yang lainya dalam hidup sehat baik jiwa dan raga. Menurutnya, sebagai kader kesehatan Indonesia, peserta Pertinas seharusnya dapat hidup sehat dengan tidak mengonsumsi rokok, apalagi narkoba. Ia berpesan kepada para peserta bahwa sebagai kader kesehatan tidak hanya cukup menjauhi rokok dan narkoba, namun juga harus terhindar dari perbuatan melanggar hukum.

Ajang temu lima tahunan bagi Pramuka penegak dan pandega yang aktif disatukan karya Saka Bakti Husada tingkat nasional ini akan berlangsung dari 17-23 Oktober 2016. Tema dalam kegiatan ini, “Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Sebagai Kader Kesehatan Berkarakter Siap Berperan Dalam Gerakan Indonesia Sehat,”. Kegiatan Pertinas SBH V ini meliputi kegiatan yang bersifat umum, kegiatan fisik diantaranya melakukan pengecatan pos kesehatan desa, kunjungan ke Posyandu, penghijauan, juga kegiatan non fisik antara lain penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, gizi, sanitasi pangan. Selain itu juga kegiatan pendalaman krida, wawasan kebangsaan, ketangkasan, jumpa tokoh, wisata, life skill, pameran, seni budaya juga kegiatan persahabatan.

Pertinas SBH V diikuti 27 Provinsi di Indonesia. Rencananya akan diikuti sekitar 2500 peserta dari berbagai daerah di tanah air. Sampai dengan pembukaan peserta yang sudah hadir di lokasi perkemahan sekitar 1463. Kontingen dari Maluku Utara, Aceh masih dalam perjalanan. Sedangkan provinsi yang tidak bisa mengikuti yakni Kepulauan Riau, Bengkulu, Maluku, Papua dan Kalimantan Utara. Untuk daerah di Jawa Timur yang tidak berpartisipasi antara lain Situbondo, Sampang, dan Ponorogo.

Seperti diketahui, Pertinas berdiri sejak 17 Juli 1985. Perkemahan tingkat ansional yang digelar lima tahunan ini pertama kali di gelar di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, Pertinas SBH II di Lampung, kemudian di Jatinangor, Gorontalo dan yang kelima di Kabupaten Blitar Jawa Timur.

Kemenkes juga memberikan apresiasi terhadap program Gema Pramantik yakni Gerakan Bersama Pramuka Pemantau Jentik yang diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Dalam gerakan ini masing-masing anggota pramuka memantau jentik di rumah masing-masing dan rumah tetangga samping kiri, kanan, depan, belakang rumah yang dilakukan satu minggu sekali. Kemudian mencatat hasilnya, memberikan informasi kepada guru kelas sebulan sekali. Kemudian dari pihak sekolah dilaporkan ke UPTD Pendidikan(Kwaran) yang dilanjutkan ke Dinas Pendidikan (Kwarcab) kemudian dari Dinas Pendidikan ini dilaporkan ke pihak Dinas Kesehatan. Selain itu juga secara teratur untuk melakukan PSN (menguras, menutup, dan mengubur). Gema Pramantik bertujuan meminimalisir penyebaran penyakit demam berdarah yang disebabkan nyamuk aedes aegypti.

Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Blitar, H.Rijanto menyampaikan maskot Pertinas SBH V di Kabupaten Blitar berupa telur. Mengingat Kabupaten Blitar merupakan daerah penyuplai telur nasional. Rata-rata dalam sehari mampu memproduksi telur sekitar 250 ton. Telur atau dalam bahasa Jawa disebut dengan tigan. Sehingga maskot dalam kegiatan tersebut dinamakan Tigano dan Tigani.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Blitar juga mempromosikan potensi yang ada di kabupaten dengan julukan Seribu Candi ini. Mulai potensi wisata, seni budaya, dan kuliner. Sehingga pada kegiatan bersakla nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Blitar juga menyuguhkan gelar Produk Unggulan Kabupaten Blitar yang terletak di selatan kawasan perkemahan. Ini sebagai upaya mendukung Gerakan Ayo Bela Dan Beli Produk Kabupaten Blitar sekaligus memperkenalkannya kepada para peserta. Mereka bisa membeli produk Kabupaten Blitar sebagai oleh-oleh seperti geti, jenang, maupun makanan khas Kabupaten Blitar yang lain. Bupati Blitar juga berharap, kegiatan Pertinas SBH V berlangsung sukses, peserta senang dan nyaman selama di Kabupaten Blitar.

 

Satu Pramuka, Satu Indonesia

Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf yang juga Ketua Kwarda Jawa Timur saat menjadi Pembina Upacara Pembukaan Pertinas SBH V menjelaskan, Pramuka dilatih untuk saling tolong menolong, menghargai ciptaan Tuhan, melatih disiplin, memupuk rasa cinta tanah air, bangsa dan negara. Orang nomor dua di Jawa Timur ini juga berpesan agar Pramuka menyiapkan diri menghadapi MEA. Tidak bisa mengandalkan keunggulan yang kooperatif. Sehingga Indonesia harus bisa menujukkan keunggulan kompetitif. Untuk itu, Pramuka tempat yang tepat untuk ekplorasi, elaborasi sebagai tempat pengelola keunggulan kompetitif. Diakhir sambutannya, Syaifullah Yusuf yang biasa dipanggil Gus Ipul mengingatkan akan pentingnya kesehatan. Langkah preventif dan promotif harus dikedepankan. Peserta Pertinas SBH sebagai ujung tombak bidang kesehatan hendaknya sebagai generasi penerus bangsa yang sehat, pemimpin yang hebat, handal.

Kegiatan Pertinas SBH V, sebelumnya diawali dengan Buka Adat Bhineka Tunggal Ika, Pengucapan Deklarasi Gema Pramantik. Dan pembukaannya ditandai dengan penyematan tanda peserta Pertinas secara simbolis juga pemukulan genderang yang dikemudian pengibaran bendera kegiatan Pertinas diiringi Mars Pertinas. (hms/adv/mam)

post-top-smn

Baca berita terkait