Friday, 4 December 2020

Perjudian Sabung Ayam di Vila Matahari Prigen Kebal Hukum

post-top-smn

20170423_120153-1

Pasuruan, SMN  – Perjudian Sabung Ayam memang selayaknya dilarang, tapi masih banyak ditempat-tempat tertentu yang dijadikan sumber pendapatan atensi bagi para oknum dan anehnya seperti perjudian Sabung Ayam yang ada di Wilayah Prigen Kabupaten Pasuruan ini malah dibiarkan oleh Aparat setempat.

Seperti halnya di Wilayah Prigen ini bukan lagi sebuah rahasia, untuk aktifitas perjudian Sambung Ayam yang terbesar dan sudah bertahun-tahun berlangsung di tengah -tengah masyarakat maupun di telinga para pegiat LSM, Media serta Aparat Kepolisian untuk kegiatan tersebut.

Kegiatan perjudian ini berlangsung  persis di sebuah Vila Matahari Prigen, Kabupaten Pasuruan. LSM, Wartawan dan Ormas lainnya serta pihak kepolisian relatif diam terhadap Perjudian Sabung Ayam tersebut, padahal kita ketahui bersama bahwa perjudian tersebut adalah perbuatan melawan Hukum dan mengakibatkan Kriminalitas semakin bertambah.

Hasil dari investigasi wartawan Suara Media Nasional, kegiatan Sabung Ayam tersebut di kordiner oleh Hengki asal Surabaya, dan setiap di gelarnya kegiatan tersebut buat tamu-tamu yang hadir dan masuk di kalangan Sabung Ayam membayar sebesar RP. 300 ribu.

Untuk tamu-tamu penggiat judi Sabung Ayam dari berbagai Daerah di antaranya, dari Surabaya, Jakarta, Bali dan Pasuruan. Dan perjudian tersebut telah di atur oleh Hengki yang suda tersusun rapi, bahkan untuk kegiatannya telah suda di tentukan setiap hari Sabtu dan Minggu. Sabtu 22-04-2017

Informasi yang kami himpun dari salah satu penjaga perjudian Sabung Ayam, di setiap buka dalam kegiatan, para penjudi sambung ayam sampai bertaruh ratusan juta rupiah untuk sampingannya belum untuk yang tengahnya sampai milyaran rupiyah.

Salah satu Koordinator Perjudian sambung ayam yang bernama Hengki menjelaskan, dalam beberapa minggu yang lalu tempat perjudian Sabung Ayam ini memang tutup mas di karenakan ada salah satu anggota wartawan asal Mojokerto melaporkan di Polda Jatim.

“Padahal wartawan tersebut suda saya kondisikan kok malah di laporkan ke Polda Jatim, bahkan pihak Polda juga di kawal oleh anggota dari Polsek setempat dan Polres Pasuruan, pungkasnya.

Tambahan dari Hengki, kami sempat nelfon pihak wartawan tersebut untuk memintai alamat kantornya tapi pihak wartawan tidak mau angkat telfon dari saya dan kita juga sms tapi tidak ada jawabpannya, tuturnya.

Sampai berita ini di turunkan, pihak Polsek Prigen dan Polres Pasuruan belum bisa di konfirmasi. Dengan adanya hal ini  oknum penegak hukum yang berkaitan harus bertindak tegas jangan malah tutup mata tutup telinga. (Pur)

post-top-smn

Baca berita terkait