Saturday, 26 September 2020

Peringati Tahun Baru Muharam Warga Gelar Wayang Kulit

post-top-smn
Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, SE., M.Si memberikan sambutan dipagelaran wayang kulit dalam rangka memperingati Tahun Baru Muharram 1938 H

Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, SE., M.Si memberikan sambutan dipagelaran wayang kulit dalam rangka memperingati Tahun Baru Muharram 1938 H

Tulungagung, SMN – Berbagai cara dilakukan warga masyarakat dalam memperingati tahun baru 1 Muharam 1938 H/2016 M, ada yang menggelar tirakatan, ada yang menggelar pengajian bahkan ada yang menggelar pentas pertunjukan kesenian, salah satunya yang di lakukan oleh warga desa Jatimulyo Kecamatan Kauman. Mereka dalam memperingati tahun baru 1 Muharam 1938 H/2016 M menggelar pertunjukan kesenian pentas wayang kulit semalam suntuk.

Dalam acara yang digelar di Balai desa Jatimulyo Kecamatan Kauman pada kamis,06/10/2016 ini juga dihadiri Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, SE, M.Si, Wakil Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM, Ketua DPRD Tulungagung Supriyono, SE. M.Si, Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung, Wakil Kepala Pengadilan Negeri Tulungagung, Kepala SKPD terkait Lingkup Pemkab Tulungagung, Camat Kauman, serta Kepala Desa se Wilayah Kecamatan Kauman.

Dalam laporanya ketua panitia kegiatan Sugiyono pada kesempatan itu diantaranya mengatakan bahwa dalam rangka kegiatan bersih desa dan memperingati tahun baru 1 Muharam 1938 H/2016 M di Desa Jatimulyo Kecamatan Kauman menggelar berbagai macam kegiatan diantaranya pengajian Akbar, Santunan Anak Yatim, arak – arakan pentas budaya, serta pentas pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang digelar pada kamis, 06/10 2016 malam.

Dalam sambutanya Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, SE, MSi pada acara ini diantaranya mengatakan didalam pelaksanaan upacara ritual Bersih Desa mengandung nilai – nilai luhur yaitu nilai kebersamaan, kerukunan, gotong royong serta mempererat rasa persatuan dan kesatuan. Dengan fungsi demikian maka keberadaan upacara adat bersih desa dapat memperkokoh jati diri bangsa, yang berguna dalam persaingan kebudayaan yang semakin mengglobal.

Selanjutnya Bupati mengatakan terkait dengan bersih desa dan pagelaran wayang kulit pada malam hari tersebut, maka atas nama pemerintah kabupaten Tulungagung serta atas nama pribadi, Bupati menyampikan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada setiap panitia penyelenggara dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam melestarikan seni tradisi budaya bangsa.

Lebih lanjut Bupati mengatakan kesenian tradisional wayang kulit pada hakekatnya merupakan ekspresi budaya, dimana kesenian tersebut tumbuh dan berakakar sekaligus mengandung nilai – nilai spiritual, media pendidikan moral dan falsafah hidup. Melalui proses sejarah yang panjang, nilai –nilai budaya tersebut telah menjadi dasar terciptanya falsafah dan pedoman hidup bangsa yang kemudian tertuang dalam pancasila dengan kebinekaannya. “Oleh karena itu, nilai – nilai keseniaan tradisional perlu digali, dilestarikan serta dikembangkan hingga mampu menjadi landasan dan jati diri bangsa dalam membangun identitas indonesia yang berbudi luhur “.kata Bupati.

Bupati Juga Berharap mudah – mudahan tontonan ini akan mampu memberikan suri tauladan yang baik bagi perilaku kehidupan kita semua di dalam suasana yang ayem tentrem mulyo lan tinoto.

Acara pagelaran wayang Kulit yang menghadirkan bintang tamu jo Klitik dan jo Klutuk ini dimulai dengan penyerahan Tokoh wayang kulit Gunungan dari wakil Bupati Drs. Maryoto Birowo, MM Kepada Ki dalang Pementasan yaitu Ki Eko Prisdianto dari Desa Kendal Bulur Kecamatan Boyolangu, adapun ceritera pagelaran pada malam itu mengambil lakon Wahu Purbo Sejati.(hms/adv/yas)

post-top-smn

Baca berita terkait