Thursday, 29 October 2020

Penilaian Lapangan Pelaksana Terbaik Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan, Pupus Masuk Empat Besar Jatim

post-top-smn
Ketua tim penggerak PKK Ponorogo Sri Wahyuni Muchlissoni didampingi suami tercinta Bupati H.Ipong Muchlissoni saat melihat produk lokal desa Pupus

Ketua tim penggerak PKK Ponorogo Sri Wahyuni Muchlissoni didampingi suami tercinta Bupati H.Ipong Muchlissoni saat melihat produk lokal desa Pupus

Ponorogo, SMN – Dalam urusan kebersihan lingkungan dan kesehatan untuk desa yang ada di seluruh Kabupaten Ponorogo tidak diragukan lagi. Pasalnya tak jarang bahkan hampir setiap tahun mendapatkan peringkat di tingkat propinsi maupun Nasional. Kali ini desa Pupus, desa pelosok dan terpencil yang terletak jauh dari kota bahkan hampir berbatasan dengan kabupaten Nganjuk mewakili Jawa Timur ke tingkat Nasional dalam program lomba lingkungan bersih dan sehat (LBS) dengan menyabet peringkat empat besar dari seluruh desa di Jawa Timur, yang penilaiannya telah digelar di desa Pupus dan dihadiri Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni dan Wabup H.Sudjarno, Ketua tim penggerak PKK Ponorogo Sri wahyuni Muchlissoni, Sekda Agus Pramono, Kepala BKB Harjono dan dinas kesehatan Ponorogo serta segenap undangan yang hadir pada hari kamis 2/2 kemarin.

Tahap penilaian langsung turun ke desa Pupus ini dilaksanakan karena desa Pupus memang memiliki lingkungan yang sehat dan dinyatakan lolos administrasi, sedangkan yang akan menjadi pesaingnya tiga kabupaten lain diantaranya Bojonegoro,Blitar dan kota Surabaya, ujar ketua tim penilai Umi Yuniati. Hasil evaluasi yang telah dilakukan diantaranya pemakaian jamban masyarakat yang prosentasenya harus 90 persen, untuk di Pupus sudah 84 persen rumah warga sudah dilengkapi dengan saluran pembuangan yang baik.”Salah satu penilaian LBS adalah capaian penggunaan jamban untuk buang air besar (BAB) sedangkan angka itu sudah merupakan angka yang cukup tinggi di desa pinggiran”, pungkas Umi Yuniati.

Sementara itu masih di tempat yang sama, ketua tim penggerak PKK Ponorogo Sri Wahyuni Muchlissoni yang juga istri tercinta Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni menyampaikan, capaian untuk penilaian desa Pupus memang luar biasa, sebab telah mengungguli ratusan desa lain di seluruh Jawa Timur yang notabennya setiap kabupaten mengirim empat desa perwakilan untuk dilombakan. Kabupaten Ponorogo mendaftarkan desa Mlarak,Sampung,Pupus dan kota Ponorogo, namun dengan seleksi yang sangat ketat di tingkat kabupaten, hanya desa Pupus kecamatan Ngebel saja yang lolos,” Alhamdulillah desa Pupus masuk empat besar tingkat Propinsi”, ujarnya dengan yakin dan optimis Pupus bakalan lolos seleksi dan menjadi pemenang di tingkat Nasional.

Menurutnya, Untuk mempersiapkan lomba pihaknya bekerja sama dengan dinas kesehatan (DinKes) dan badan keluarga berancana (BKB) berbasis lingkungan sehat sampai tingkat desa, mulai LBS,PosYanDu hingga program perilaku hidup bersih dan sehat dalam rumah tangga. Peran PKK sangatlah penting didalamnya, anggotanya harus aktif dengan turun ke bawah guna memotivasi kader hingga ke penyuluhan di tingkat masyarakat dan lingkungan keluarga.” Hasilnya luar biasa dan cukup memuaskan”, ujarnya.” Dengan masuk nominasi, telah membuktikan program dan upaya kami cukup efektif, dan kedepan harus lebih banyak lagi desa yang masuk nominasi”,Pungkas Sri Wahyuni Muchlissoni. (Wied)

post-top-smn

Baca berita terkait