Wednesday, 28 October 2020

Pendidikan Harus Dibentuk Dari Karakter

post-top-smn
Bupati Lumajang Drs. H. As'at Malik, M.Ag saat memberikan paparan mengenai pendidikan

Bupati Lumajang Drs. H. As’at Malik, M.Ag saat memberikan paparan mengenai pendidikan

Lumajang, SMN – Melihat fenomena banyaknya pelajar yang mulai berani mencoba mengkonsumsi minuman keras oplosan (milo), membuat Bupati Lumajang Drs. H. As’at Malik, M.Ag prihatin dengan kondisi ini. Padahal, kata dia, pendidikan di Lumajang sudah masuk kategori berhasil dari segi capaian angka atau nilai.

Namun, ia berharap ke depan tak hanya fokus pada nilai yang harus dicapai, tapi pendidikan karakter juga harus banyak didapatkan oleh peserta didik. Pasalnya pembentukkan karakter itu penting dan bisa didapatkan di sekolah.

“Pendidikan harus dimulai dari pembentukan karakter anak didik. Karena akhir dari pendidikan itu sebenarnya untuk mencetak generasi yang berkarakter,” katanya pada wartawan, kemarin pagi.

Dengan memiliki karakter, mereka akan mampu mengatasi fenomena yang berkembang dengan bijak. Misalnya melimpahnya hasil buah, maka harus dikelola dengan baik agar bermanfaat dan menyehatkan. Bukan malah berpikir untuk dikelola menjadi sesuatu yang negatif, seperti untuk minuman keras.

Begitu pula, dengan adanya obat obatan kesehatan yang beredar bebas saat ini. Jika berpikir positif, hal itu tentunya juga digunakan atau dikonsumsi sebagaimana mestinya. Obat batuk misalnya, jika generasi punya karakter pastinya tidak akan menyalahgunakannya dengan mengkonsumsi melebihi batas yang dianjurkan. Jika berlebih, hasilnya memang memabukkan.

“Kalau masih berpikir negatif berarti masih tidak punya karakter. Karakter yang bisa mengubah itu dari dunia pendidikan,” tegasnya.

Tugas untuk pendidikan karakter ini sendiri, kata bupati bukan hanya tugas pemerintah saja. Semua pihak termasuk orangtua juga memiliki peran penting untuk sama-sama memperbaiki kualitas pendidikan yang ada. Untuk membentuk generasi penerus yang berkarakter.

Kepada para orangtua, bupati berpesan, dalam pembentukkan karakter, harus mampu mendidik anak agar memiliki akhlak dan akidah yang bagus. Karena jika mereka memahami itu, mereka akan takut mencoba atau mendekati hal-hal yang negatif.

“Karena di situ mereka jadi takut. Karena tahu hukumnya haram, jadinya dosa, takut masuk neraka,” jelasnya.

Ditambah lagi di lingkungan sekolah juga diajarkan tentang bahaya alkohol, minuman keras, dan juga narkoba. Mereka tahu apa dampaknya bagi tubuh jika mengkonsumsi itu. “Jadi komplit, antara akidah dan pengetahuan kesehatan. Itu hasil pendidikan sebenarnya di situ,” ungkapnya.

Sekali lagi bupati menegaskan, jika pendidikan berhasil maka para pelajar tidak akan mengkonsumsi alkohol. Karena dalam pendidikan bukan hanya nilai. Meski kata dia, program wajib belajar secara garis beras sudah sukses terlaksanakan.

“Jadi untuk orangtua, jangan hanya menyekolahkan anaknya saja, tapi akhlaknya juga harus dibina,” ucapnya.

Menanggapi banyaknya pelajar yang terjaring razia Satpol PP saat kedapatan bolos sekolah bahkan minum minuman keras, dan ada upaya dari Satpol PP untuk menekan jumlah pelajar yang bolos, dengan harapan, dunia pendidikan bisa lebih baik lagi.

Saat ini, di sekolah juga banyak diajarkan pendidikan non formal, yang diberikan pengetahuan bahaya narkoba. Bahkan sudah ada Badan Narkotika Nasional (BNN) yang juga berupaya melakukan pemberantas narkoba. Ditambah lagi ada LSM yang turut andil dalam upaya itu seperti Granat (Gerakan Nasional Anti Narkotika).

Banyak pengkonsumsi miras, kata bupati, karena masih banyak yang beredar secara sembunyi-sembunyi termasuk di Lumajang. Bahkan sudah banyak solusi yang dilakukan pemerintah, dan melakukan pengendalian meski tidak seratus persen.

“Karena di undang-undang yang 0-5 persen masih boleh beredar. Padahal sama-sama memabukkan,” katanya.

Namun untuk minimarket di Lumajang, ia menyatakan semua sudah bebas dari miras. Tak hanya itu, kepolisian juga sering melakukan pemusnahan hasil razia miras oplosan. Sebagai bukti nyata untuk pemberantasan miras di Lumajang. (atk)

post-top-smn

Baca berita terkait