Tuesday, 27 October 2020

Pemprov Optimistis Salurkan Subsidi Rastra 100 Persen dengan Tunggakan Nihil

post-top-smn

rastra Sidoarjo, SMN – Pemprov Jawa Timur optimistis menyalurkan program subsidi jatah beras sejahtera atau rastra (istilah baru untuk raskin) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) dengan pendistribusian 100% tunggakan nihil. Komitmen itu sebagai upaya pemprov agar program bagi masyarakat miskin segera dapat dinikmati.

Penegasan itu disampaikan Sekdaprov Jatim, Ahmad Sukardi saat membuka Launching dan Sosialisasi Program Subsidi Rastra dan BPNT Provinsi Jatim di Hotel Halogen, Sidoarjo, Selasa (4/4).

Dikatakannya, meskipun program ini penyalurannya dibilang terlambat, namun Jatim sudah berpengalaman dalam menyalurkan program-program serupa yang sebelumnya pernah dilakukan. “Program Jalin Kesra dan Jalin Matra yang pernah kita lakukan, konsepnya hampir sama dengan rastra. Bedanya program ini menggunakan kartu elektrinik bagi penerima program,” katanya.

Untuk mewujudkan target penyaluran 100% tunggakan nihil, Sukardi menghimbau pemerintah kabupaten/kota untuk mantapkan koordinasi tim dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan desa/kelurahan. Selain itu mengalokasikan dukungan dana APBD baik untuk operasional/distribusi rastra dari titik distribusi ke titik bagi, juga untuk program pendampingan/rastra daerah untuk masyarakat yang eligible, namun belum tercover oleh subsidi rastra dan BPNT.

“Lakukan upaya terintegrasi meliputi pembinaan, pemantauan, evaluasi dan sosialisasi di setiap desa/kelurahan agar program rastra dan BPNT terlaksana dengan baik dan tepat sasaran sesuai peruntukkannya,” imbau Sukardi.

Menurutnya, sebagai bagian dari program perlindungan sosial, perbaikan kedepan pun terus dilakukan secara profesional dalam arti teknik. Proses yang ditempuh harus dapat dipertanggungjawabkan efektifitas dan efisiennya, baik inclusionerror maupun exclusion error harus dapat diminimalisir dengan mengoptimalkan peran dari masyarakat utamanya desa/kelurahan.

Sukardi mengapresiasi program rastra yang diberikan dalam bentuk kartu elektronik. Kartu ini nantinya dapat digunakan untuk menebus beras, telur atau bahan pokok lainnya. Dengan demikian masyarakat miskin akan memiliki banyak pilihan dengan kualitas yang lebih baik dan nutrisi yang lebih seimbang, tidak hanya karbohidrat namun juga protein.

Tim Koodinasi Rastra Pusat, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia  dan KebudayaanRepublik Indonesia, Fajar Suryonomengatakan, rastra merupakan subsidi harga penjualan beras bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR), yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mengurangi beban pengeluaran MBR, dalam mengakses pangan sebagai kebutuhan dasar manusia.

Dari jumlah total nasional penerima program rastra sebanyak 14.212.742Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jatim jumlah penerima sebanyak 2.742.633KPM. Dari total anggaran Rp 19,5 triliun secara nasional, Jatim sendiri mendapatkan alokasi Rp 3,7 triliun.Setiap KPM akan menerima rastra sebanyak 15  kilogram beras per bulan, untuk alokasi 12  bulan, dengan Harga Tebus Raskin/Rastra (HTR) sebesar Rp 1.600 per kilogram di Titik Distribusi (TD). (jal/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait