Saturday, 26 September 2020

Pemprov. Jatim dan Pemkab. Trenggalek Gelar Seni Budaya Daerah “Trekah Trah Bumi Ageng Galek” di Taman Budaya Jatim Surabaya

post-top-smn
Pembukaan pagelaran “Trekah Trah Bumi Ageng Galek” di taman budaya Jatim yang dihadiri oleh Wabup Trenggalek, H. Moch. Nur Arifin mewakili Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc

Pembukaan pagelaran “Trekah Trah Bumi Ageng Galek” di taman budaya Jatim yang dihadiri oleh Wabup
Trenggalek, H. Moch. Nur Arifin mewakili Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc

Trenggalek, SMN – Promosikan Seni Budaya dan produk UKM. Jum’at 16 September 2016 Pemerintah Kabupaten Trenggalek gelar pagelaran “Trekah Trah Bumi Ageng Galek” di Taman Budaya Jatim. Pagelaran seni budaya ini digelar dalam rangka Gelar Seni Budaya Daerah Provinsi Jawa Timur tahun 2016. Gelar Seni Budaya tersebut dilaksanakan selama 2 hari yakni 16 – 17 September 2016 untuk Jum’at dan Kamis ini giliran Kabupaten Trenggalek yang tampil dalam pagelaran seni budaya daerah di Taman Budaya Surabaya. Rencananya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim dan Disparpora Kabupaten Trenggalek akan menampilkan produk UKM unggulan, lagu dan tari-tarian asal kota tempe keripik tersebut. Terjadwal dalam dua hari tersebut akan ada Hustungkara, Bedaya Sri Trunggali, Tari Turonggo Yakso, Lomba menghias layang-layang, family, Pagelaran kesenian Jaranan, pemutaran informasi produk unggulan Trenggalek dan puncaknya pagelaran seni Tayub di Sabtu malam.

trenggalek-seni-2Panitia pagelaran ini mengusung tema Pemprov Jatim dan Pemkab Trenggalek Gelar “Trekah Trah Bumi Ageng Galek”. Menurut Suparlan Kabid Promosi Wisata dan Budaya Disparpora Trenggalek, “Trekah itu artinya usaha, trah itu keturunan sedangkan bumi ageng Galek maksudnya yang paling tua dalam sejarah kelahiran Trenggalek itu adalah Ki Ageng Nggalek. Makanya kami menjinggelkan itu dengan pertimbangan Pak Suyono salah satu sesepuh di Trenggalek, untuk upaya mendorong kebudayaan untuk mendorong kuncaraning Trekah Trah Ki Ageng Galek, atau keturunan orang orang Trenggalek lantaran budaya”, ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Wakil Bupati Trenggalek H. Moch. Nur Arifin yang datang dan mewakili Bupati Trenggalek Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, yang berhalangan hadir dan stanby memonitor bencana yang sedang melanda Trenggalek Kamis malam, sangat senang dengan adanya pagelaran seni ini. Sesuai dengan tema yang dipilih diharapkan pagelaran seni budaya Trenggalek di Taman Budaya dan dihadiri beberapa pejabat Provinsi, beberapa Konjen Negara Asing, Berbagai Kabupaten yang ada di Jawa Timur maupun akademisi dan turis asing ini dapat mengangkat Trenggalek dari segi seni budaya.

Saat dikonfirmasi H. Moch. Nur Arifin Wakil Bupati Trenggalek menyampaikan”saya sangat berterima kasih dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur yang telah memfasilitasi Kabupaten Trenggalek, sehingga dapat menggelar pagelaran seni budaya daerah ini”. Kami berharap dengan menggelar pagelaran seni budaya di Taman Budaya Surabaya ini, potensi-potensi budaya Trenggalek dan produk unggulan, karena kami juga memamerkan beberapa produk unggulan dapat memikat banyak pihak untuk berkunjung serta berinvestasi di Trenggalek. Selain sebagai penguatan identitas dan jati diri Trenggalek yang tidak lepas dari adat istiadat dan seni budaya, pagelaran ini diharap bisa mendorong kemajuan Trenggalek”, pungkasnya.(hms/adv/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait