Friday, 4 December 2020

Pemprov Jatim Akan Perbanyak Loket Khusus Lansia di Kantor Pelayanan Publik

post-top-smn

 

Sekda Prov Jatim H Akhmad Sukardi memberikan sambutan pada acara  "Silahturahmi Keagamaan dan Mental Spiritual Lansia" di Masjid Al Akbar Surabaya

Sekda Prov Jatim H Akhmad Sukardi memberikan sambutan pada acara “Silahturahmi Keagamaan dan Mental Spiritual Lansia” di Masjid Al Akbar Surabaya

Surabaya, SMN – Pemprov Jatim akan memperbanyak loket loket pelayanan bagi lanjut usia (lansia) agar mereka tidak antri dan menunggu pada kantor pelayanan milik pemerintah.

“Para lansia ini harus diberikan ruang lebih dan khusus dalam mendapatkan pelayanan publik,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. H. Akhmad Sukardi MM saat menghadiri Silaturahmi Keagamaan dan Mental Spiritual Lansia dalam rangka menyongsong Ramadhan 1438 H dan Ulang tahun Lansia nasional ke XXI di Gedung Al Marwah, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Rabu (17/5).

Ia mengatakan, lansia harus mendapatkan fasilitas pelayanan publik yang baik dari pemerintah. Lansia mempunyai hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sekaligus menciptakan suasana yang menunjang bagi terlaksananya upaya peningkatan kesejahteraan sosial lansia.

Dicontohkannya, pengurusan layanan kendaraan bermotor seperti samsat, pelayanan kesehatan di rumah sakit dan pengurusan di dispenduk pasti akan mendapatkan layanan yang berbeda.

“Jika kita berkunjung di Samsat Jatim pasti ada pelayanan khusus. Sama halnya kita berobat di rumah sakit pemerintah seperti dr. Soetomo dan RS Haji pasti ada perlakukan khusus bagi lansia. Bentuk pelayanan inilah yang akan kita perbanyak,” tegasnya.

Agar keingginannya terwujud, ia akan segera berkoordinasi dengan kepala daerah di masing masing kabupaten/kota yang ada di Jatim. “Hakekatnya kita semua akan menjadi tua. Jadi selama kita bisa membantu lansia-lansia hari ini, kita juga akan dipermudah,” imbuhnya.

Pada peringatan hari lanjut usia, Sukardi menyatakan bahwa populasi lanjut usia semakin meningkat. Hal ini memberi makna, bahwa turut pula meningkatnya kesehatan global. Data dari Kemenkes RI tahun 2004-2015 memperlihatkan adanya peningkatan usia harapan hidup di Indonesia dari usia 68,6 tahun menjadi 70,8 tahun.

Usia tersebut di proyeksikan meningkat pada tahun 2030-2035 mencapai 72.2 tahun. Saat ini, usia harapan hidup penduduk lansia di Jatim sebesar 73,87 tahun. “Kondisi ini memberi gambaran bahwa pelayanan kesehatan yang telah disediakan oleh pemerintah telah diakses oleh masyarakat,” ujarnya.

Pembina Yayasan Gerontologi Abiyoso Jatim Imam Utomo mengatakan, lansia hari ini harus mampu berkontribusi sertta bermanfaat bagi masyarakat. Usia tua, tidak boleh menghalangi seseorang untuk bermanfaat bagi orang lain. Hakekatnya seorang PNS yang sudah memasuki usia pensiun dan berumur 60 tahun sudah bisa dikatakan lansia.

Ia menjelaskan,  jumlah lansia Jatim sekitar 4 juta lansia. Dari jumlah tersebut hanya terdapat 5.400 karang wreda yang tersebar di Jatim. Jumlah tersebut dirasa kurang dari jumlah desa/kelurahan di Jatim yang berjumlah 8.501.

“Saya berharap, keberadaan karang wreda di Jatim bisa terus bertambah dan bermanfaat bagi lansia. Lansia harus dapat mampu memanfaatkan pekarangan rumahnya dengan cara Getari (Gerakan Tanam Mandiri). Yakni  menanam sayur, lombok, Toga, obat obatan tradisional  sehingga dapat bermanfaat bagi sekitar,” pungkasnya.

post-top-smn

Baca berita terkait