Friday, 4 December 2020

Pemkab Ponorogo Melalui Dinas Pariwisata Lakukan MOU  Bersama Perhutani Lawu Ds Dalam Peningkatan Desa Wisata

post-top-smn

Pemkab ponorogo1

Ponorogo, SMN – Pemkab Ponorogo melalui Dinas Pariwisata telah melakukan MOU kerjasama dengan Perhutani KPH Lawu terkait desa wisata yang sekarang ini telah mulai terbina. Hadir dalam giat, Bupati Ponorogo Drs H.Ipong Muchlissoni,  Kepala satuan pemangku hutan (KPH) LawuYono Cahyono S.Hut bersama jajaran, Sekda Ponorogo Dr. Drs Agus Pramono MM, Kepala Pariwisata drh.Sapto Djatmiko, kelompok sadar wisata (PokDarWis) dan segenap undangan yang hadir, bertempat di Pringgitan Kabupaten Ponorogo, pada hari Selasa (9/5).

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Ponorogo, Sapto Djatmiko, dalam mengelola Desa Wisata kita memerlukan payung hukum sehingga perlu dilakukan Mou antara Pemerintah Kabupaten Ponorogo dengan Perhutani. “Sampai dengan saat ini sudah ada 95 desa yang mengajukan ijin menjadi desa wisata yang memiliki konsep ekonomi kreatif lokal, sehingga apabila ada sudah terjalin kesepahaman antar berbagai pihak yang terkait maka tidak ada hal-hal yang perlu dikuatirkan sehingga tidak menimbulkan masalah”, ujar Sapto.

Setelah ditandatanganinya Mou ini, dirinya akan melakukan sosialisasi kepada desa-desa yang berkomitmen terhadap pengembangan wisata terkait dengan konsep pemanfaatan lahan Perhutani untuk  kawasan desa wisata, sambung Sapto Djatmiko.

selebihnya Sapto juga mengadakan pembicaraan dengan desa-desa terkait pembagian keuntungan antara desa setempat dengan pihak perhutani, “Dengan adanya Mou ini diharapkan kawasan desa wisata benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa wisata setempat”,pungkas Sapto Djatmiko.

Sementara itu masih ditempat yang sama ADM KPH Lawu DS, Yono Cahyono memaparkan, bahwa sampai saat ini ada 20 titik yang akan dikembangkan menjadi kawasan wisata. “Namun, kedepan bisa lebih dari 20 titik karena tempat wisata itu tergantung dari sudut pandang seni dan keindahan, pohon pinus dikasih bangku saja sudah bisa menjadi tempat wisata”,ujar Yono.

Pada prinsipnya Perhutani siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo yang payung hukumnya sudah kita tandatangani, nanti setiap lokal wisata akan ada PKS atau Perjanjian Kerja Sama sehingga ada kejelasan dalam teknis dan kegiatannya, pungkas Yono.

Lebih lanjut , Bupati Ponorogo juga menyampaikan, Pihaknya menyambut baik atas Mou yang telah dilakukan dengan Perhutani. “Kami ingin menggerakkan ekonomi kreatif melalui wisata lokal, namun tidak mungkin semua dikembangkan. Saya berharap ada skala prioritas 5 titik desa wisata dahulu yang benar-benar dikelola dengan baik sehingga hasil yang didapatkan bisa maksimal”, Pungkas Bupati Ipong.

Hal senada juga disampaikan ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis), Anam Ardiansyah, pihaknya merasakan blong dan puas, pasalnya  dengan adanya Mou dapat menjadikan payung hukum pengembangan desa wisata. “Kita akan terus bergerak bersama dengan Dinas Pariwisata untuk meningkatkan wisata melalui pengembangan kawasan desa wisata yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat”,Jelentereh Anam. (Wied)

post-top-smn

Baca berita terkait