Wednesday, 15 July 2020

Pemkab Ponorogo Bersama Dinas Pertanian Canangkan ‘Go Organik’

post-top-smn
Wabup Ponorogo H.Soedjarno bersama KaDin Pertanian Ponorogo Harmanto, Dandim 0802 dan Camat Jetis Fadhlal saat meninjau lahan organik yang siap panen

Wabup Ponorogo H.Soedjarno bersama KaDin Pertanian Ponorogo Harmanto, Dandim 0802 dan Camat Jetis Fadhlal saat meninjau lahan organik yang siap panen

Ponorogo, SMN – Pemerintah Kabupaten Ponorogo khususnya Dinas pertanian beberapa saat yang lalu telah melirik produk-produk tanaman pertanian organik, yang prosesnya mulai tanam hingga pasca panen perlakuannya menggunakan bahan-bahan organik tanpa kimia sedikitpun.

“Hal ini dilakukan guna mengembalikan kesuburan tanah secara alami dan menghilangkan unsur-unsur kimia dalam tanah imbas dari penggunaan pupuk kimia berkepanjangan yang endingnya mengakibatkan terjadinya kerusakan tanah karena unsur-unsur hara yang ada di dalam tanah terkontaminasi. Sehingga hasil atau produk tanaman streril dan menyehatkan untuk masyarakat Ponorogo pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Dengan demikian swasembada pangan yang sehat dapat terlaksana dengan lancar”, kata Kepala Dinas Pertanian Ponorogo Ir. Harmanto dalam pencanangan tanaman organik, pengendalian hama wereng, yang digelar serentak di seluruh Kabupaten Ponorogo pada hari Selasa 1/3 kemarin.

Wabup Ponorogo H.Soedjarno bersama Kadin Pertanian Harmanto saat meninjau hasil panen organik

Wabup Ponorogo H.Soedjarno bersama Kadin Pertanian Harmanto saat meninjau hasil panen organik

Hadir dalam kesempatan ini Wakil Bupati Ponorogo H.Soedjarno, Kepala Dinas Pertanian Ponorogo Ir.Harmanto, Dandim 0802 Ponorogo Letkol Slamet Sarjianto, Camat Jetis Fadhlal, dinas terkait ,segenap undangan dan masyarakat yang hadir.

Menurutnya, Tanaman organik ini semua berasal dari proses-proses alami yaitu tanaman hanya dipupuk dengan pupuk kompos saja atau dengan perlakuan menggunakan mikrobakteri yang biasa disebut dengan pupuk cair atau granul dengan cara tekhnologi penyemprotan bakteri mekorisa dan bakteri merah.

Hal tersebut dilakukan untuk mengembalikan unsur-unsur zat hara yang telah lama rusak dan organiknya habis akibat perlakuan menggunakan pupuk kimia yang berkepanjangan, tanaman organik ini bukan hanya padi saja namun juga buah dan sayuran.”Kedepan diharapkan ini sesuai dengan visi dan misi bapak Bupati Ponorogo yaitu, “Pengembangan pertanian organik”, urainya.

Pihaknya juga menjelaskan, untuk tanaman yang benar-benar organik harus mempunyai sertifikat organik resmi dari Lembaga Sukofindo, Leksus dan UUKPD dengan dasar kondisi lahan, pemupukan dan tekhnologi. Di Ponorogo tanaman yang benar-benar organik baru lima hektar. “Tanaman organik ini jelas sehat,tahan lama dan tidak ada hama pengganggu karena semua dilakukan secara tekhnologi yang benar-benar alami”, pungkasnya.

Wabup Ponorogo bersama rombongan saat meninjau master plant tanaman buah dan sayur organik

Wabup Ponorogo bersama rombongan saat meninjau master plant tanaman buah dan sayur organik

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Wakil Bupati Ponorogo H.Soedjarno juga mengungkapkan, ini adalah sesuai dengan harapan dan visi misinya yaitu kembali ke pertanian organik yang sehat, karena selama ini masyarakat Ponorogo khususnya dan Indonesia umumnya hanya dicekoki dengan semua yang bersifat kimia, baik itu tanaman padi, sayur dan buah semua pasti disemprot dengan pestisida chemic atau kimia.

“Kita ingin merubah pola pertanian Ponorogo kedepan kembali ke organik karena ini bisa menghemat biaya produksi juga menghilangkan hama dan penyakit, memang ini tidak mudah dan memerlukan waktu yang lama karena harus mengembalikan organik yang hilang.Pihaknya juga berharap masyarakat segera sadar akan organik yang sehat dan efisien. ”Kami berharap ke depan masyarakat Ponorogo semuanya menjadi petani organik, untuk ini kami juga berharap Humas berperan dalam sosialisasi ke masyarakat dengan memasang bener yang besar di seputaran Alon-Alon agar masyarakat banyak yang tahu”, jelenterehnya penuh harap. (wied/hms/adv)

post-top-smn

Baca berita terkait