Sunday, 27 September 2020

Pemkab Gencar Wujudkan Kota Industri di Wilayah Utara Bengawan

post-top-smn
Bangunan bawah jembatan yang menghubungkan Desa Pitu-Watu Alang dikebut penggarapannya

Bangunan bawah jembatan yang menghubungkan Desa Pitu-Watu Alang dikebut penggarapannya

Ngawi, SMN Pemerintah Kabupaten Ngawi, semakin menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan daerah andalan sebagai kawasan industri. Kawasan Industri Ngawi diproyeksikan akan dibangun di daerah utara Bengawan Solo yakni sepanjang wilayah Kecamatan Pitu menerus hingga Karanganyar dan Mantingan. “Adanya tekad Pemkab Nagwi untuk menentukan kawasan industri ini sangat kita dukung dan apresiasi positif, karena dengan adanya kawasan industri akan membuka lapangan kerja dan menambah pendapatan daerah,” ujar Slamet Riyanto, Ketua Komisi IV DPRD Ngawi.

Pencanangan kawasan Ngawi utara sebagai kawasan industri juga mempengaruhi fokus pembangunan Ngawi yang semakin tertuju ke daerah ini. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya jembatan yang dibangun di daerah ini. Maklum, kawasan utara Ngawi memang terbatasi Bengawan Solo yang sangat lebar dan memisahkan belahan utara dari kemajuan pembangunan.

Saat ini, Pemkab melalui Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya tengah getol menyelesaikan pembangunan jembatan Watu Alang-Pitu. Jembatan dengan panjang lebih dari 120 meter ini merupakan jalan yang sudah lama diimpikan warga Pitu. Jembatan ini tengah dikebut penggarapan bangunan bawahnya dan akan mendekatkan impian Ngawi untuk memiliki kawasan industri. “Adanya jembatan Watu Alang ini, walaupun belum selesai dibangun namun sudah meningkatkan taraf hidup masyarakat, diantaranya dengan makin naiknya harga tanah penduduk,” ungkap Suntoro, mantan Kepala Desa Pitu yang kini menjadi anggota DPRD Ngawi.

Jalan raya Desa Pitu sudah semakin mulus dan menjadikan pelajar makin bersemangat sekolah

Jalan raya Desa Pitu sudah semakin mulus dan menjadikan pelajar makin bersemangat sekolah

Sebelah selatan bangunan jembatan meurpakan Desa Watu Alang Kecamatan Ngawi dan langsung terhubung dengan jalan raya Solo. Sementara di sisi utara jembatan akan menembus jalan di barat Pasar Desa Pitu. Pembangunan jembatan ini juga bersinergi dengan pembangunan jalan yang dilakukan di berbagai ruas di Pitu. Ruas jalan di sepanjang Pitu bisa ditengok, merupakan jalan beton yang kokoh.

Hal ini juga menghilangkan stigma daerah Pitu yang dulu terkenal dengan jalan hutan yang berbatu dan becek saat hujan. “Kita memang genjot pembangunan kawasan industri di Pitu ini, tentu saja untuk awalnya ya dipenuhi dulu infrastrukturnya yakni sarana jalan dan jembatan,” ujar Sudarno, Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Ngawi. (adv/humas/ari)

 

post-top-smn

Baca berita terkait