Friday, 4 December 2020

Pemerintahan Kabupaten Pasuruan Segera Lakukan Operasi Pasar

post-top-smn

2017-05-14-16-54-47--442286334

Pasuruan, SMN – Menjelang datangnya Bulan Suci ramadhan, untuk harga dari  sejumlah bahan pokok di beberapa pasar yang ada di Kabupaten Pasuruan maupun Kota Pasuruan mulai mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Seperti biasanya di tahun sebelumnya bila dekat dengan lebaran kenaikan terjadi pada harga daging, akan tetapi justru harga bumbu dapur hingga sayuran yang meroket hingga 25% dari harga semula. Seperti yang diutarakan oleh Soleh, salah seorang penjual bumbu dapur dan sayuran di Pasar Pandaan.

Jelas Soleh, Penyebab dengan naiknya harga sayur dan bumbu dapur tak lain dikarenakan tingginya permintaan, jadi untuk pasokan dari petani mengalami penurunan yang sangat draktis.

“Apa lagi sekarang ini semakin lama semakin susah mencari bawang merah, bawang putih, cabai dan sejenisnya. Dan sudah gak kayak dulu lagi mas,” ungkapan dari Soleh  kepada SMN, Sabtu 13-05-2017.

Untuk harga bawang putih, kalau sebelumnya hanya Rp 30.000 per kg, kini menjadi Rp 45.000per kg. Begitu juga dengan harga telur juga mengalami naik dari harga Rp 20.000 per kg, kini naik menjadi Rp 30.000 per kg. Harga belinjo juga naik dari harga awal yang hanya Rp 30.000 per kg menjadi Rp 50.000 per kg. Cabai rawit biasanya dengan harga Rp 27.000 per kg, kini juga naik menjadi Rp 31.000 per kg. Harga cabai merah dari Rp 23.000 per kg menjadi Rp 27.000 per kg.

“Termasuk juga ayam potong, yang sebelumnya hanya Rp 25.000 per kg naik menjadi Rp 30.000 per kg. Dengan adanya hal ini harga meroket naik dengang keras dikarenakan tingginya permintaan pasar kepada para petani, sedangkan untuk stok pun menipis dan menyusut kehabisan,” terangnya.

Soleh pun lantas menjelaskan, kondisi ini merupakan hal yang wajar-wajar saja. Sebab, di setiap tahun, untuk harga kebutuhan pokok melambung tinggi. Namun, Soleh berharap kepada pemerintah untuk lebih perhatian terhadap nasib para pedagang. Yang artinya pemerintah turun ke lapangan supaya bisa mengontrol harga yang ada di lapangan dan memeriksa stok barang yang ada.

“Kami ini kan hanya para pedagang kecil saja dan kalau bisa dari Dinas yang menangani pasar mengadakan operasi pasar, biar harganya tidak terlalu mahal bisa setabil. Kami para pedagang bila jual dengan harga tinggi kadang juga diprotes sama pembeli dan konsumen kami ,” jelasnya.

Hingga sekarang ini pihak dari Dinas, belum ada yang operasi pasar khusus yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan maupun di Kota Pasuruan yang datang di setiap pasar. Bahkan, untuk harga dari sejumlah pasar Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan relatif liar dan sangat bervariasi menjual dengan seenaknya sendiri. Tidak ada kestabilan harga antara pedagang satu dengan pedagang lainnya. Dengan kondisi ini semakin memperparah kondisi konsumen Karena banyak konsumen yang merasa dirugikan dan di bohongi.

Salah satunya untuk penjual Nasi Bebek yang ada di Jogonalan, Saini mengaku takut untuk berbelanja di pasar Pandaan. Saini mengaku mengalami merasa di tipu dikarenakan baru kemarin dirinya belanja cabai merah masih seharga Rp. 23.000 untuk per kg nya kini kok berubah menjadi Rp. 29.000 per Kg menurut Saini penjual Nasi Bebek asal Madura.

“Lebih lanjut Saini menjelaskan, untuk Pembeli yang makan di warung saya akhir-akhir ini semakin berkurang dan warung saya semakin sepih. Saya menyadari dengan hal ini. Saya berharap agar ada operasi pasar yang dilakukan oleh Dinas terkait supaya tahu kondisi yang sebenarnya dan bisa meminimalisir harga agar tidak terlalu melambung naik yang sangat tinggi,” pungkasnya. (Pur)

post-top-smn

Baca berita terkait