Sunday, 27 September 2020

Pemerintah Kabupaten Probolinggo Gelar Serasehan Pengurangan Resiko Bencana

post-top-smn
Anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H.Haan Aminuddin. Msi Saat acara sarasehan di Pemdopo Kabupaten Probolinggo.

Anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H.Haan Aminuddin. Msi Saat acara sarasehan di Pemdopo Kabupaten Probolinggo.

Probolinggo, SMN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Serasehan Pengurangan Resiko Bencana Menuju Kabupaten Probolinggo Tangguh Bencana, Kamis (20/10) Bertempat di Pendopo Kabupaten Probolinggo araehan digelar dalam rangka menalin komunikasi dan meningkatkai kesiapan tanggap bencana

Hadir dalam sarasehan tersebut Anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si dan Prof. Dr. Syamsul Ma’arif, selaku Guru Besar Managemen Bencana Universitas Pertahanan (Unhan) serta moderator Hendro Wardhono dari Pusat Penelitian dan Pelatihan Indonesia Tangguh (Pusppita).
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo HM. Nawi, para asisten, staf ahli, Kepala SKPD dan Camat beserta Forkopimka se-Kabupaten Probolinggo.

Prof.Dr. Syamsul Ma’arif dalam sambutannya menyatakan bahwa dalam penanggulangan bencana yang memperkuat ketangguhan masyarakat untuk pengurangan resiko bencana menjadi Kabupaten Probolinggo yang tangguh bencana.

“Tiga pilar dalam ketangguhan bencana meliputi mengembangkan kajian/penelitian sebagai implementasi dan evaluasi kebijakan penanggulangan bencana, sebagai mitra kerja pemerintah memberikan rekomendasi program penanggulangan bencana serta menyelenggarakan kegiatan workshop dan melakukan kegiatan konsultasi dan advokasi kebijakan pendidikan dan pelatihan,”

Dr.H. Hasan Aminuddin menjelaskan bahwa serasehan ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapan sumber daya menghadapi tanggap darurat bencana, percepatan manajemen, pemulihan pasca bencana dan meningkatkan upaya-upaya khusus untuk mengurangi resiko dari ancaman bencana.

“Dalam penanganan kebencanaan merupakan Sunnatullah. Perlu adanya sinkronisasi untuk meningkatkan koordinasi sinergi penyelenggaraan penanggulangan bencana dan sinkronisasi perencanaan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah,”

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengungkapkan bahwa kegiatan sarasehan penguranggan resiko bencana ini bertujuan untuk menyamakan presepsi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya penanggulangan bencana di Kabupaten Probolinggo. (edy)

post-top-smn

Baca berita terkait