Thursday, 1 October 2020

Pemerintah Batasi Impor Ikan

post-top-smn
Ilustrasi

Ilustrasi

Jatim, SMN – Pemerintah selama enam bulan terakhir tidak mengizinkan impor ikan. Impor ikan harus ada rekomendasi dari KKP. Rekomendasi KKP mencakup rekomen perusahaan yang semua ada aturannya.

“Kami sudah menahan sudah cukup lama, maka kemudian kami perbolehkan langkah impor, karena kebutuhan dan keberlangsungan industri yang ada di tanah air,” kata  Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Kamis (23/6) dalam siaran persnya.

Dikatakannya, kebijakan impor ikan hanya untuk ikan-ikan yang tidak tersedia di perairan Indonesia. “Impor ikan itu sudah ada dalam 10 tahun terakhir, untuk industri ikan yang tidak ada di Indonesia,” ujarnya.

Kebijakan impor yang diizinkan oleh KKP saat ini berawal dari laporan, bahwa para pelaku industri perikanan sudah menjerit karena kekurangan pasokan bahan pokok.

Saat ini, angka impor ikan di Indonesia sudah jauh menurun sejak 2011. Demikian pula dengan impor fish meal (pakan ikan) yang jauh menurun seiring dengan mandirinya perikanan budidaya Indonesia yang lebih memanfaatkan ikan runcah asal Indonesia sebagai fish meal.

Menurutnya, impor hanya 2,1% dr total perikanan Indonesia. Sekarang ini selain impor menurun, impor fish meal menurun jauh. “Berarti budidaya kita sudah mengurangi ketergantungannya pada impor. Karena ikan runcah banyak. Luar biasa turunnya untuk impor fish meal,” ungkapnya.

Terkait kekhawatiran banyak pihak mengenai fish laundry (pencucian ikan) dengan adanya  bisnis impor ikan ini, Menteri Susi menjelaskan bahwa hal tersebut dapat dicegah dengan membuat catch certificate (sertifikat menangkap ikan) dari masing-masing negara pengimpor ikan.

Ada kekhawatiran bahwa bisnis impor ikan ini akan menjadi bisnis fish laundry. Belajar dari ini, kita akan membuat certificate dari negara asal ikan tersebut. Ekspor ikan kita juga sudah mewajibkan hal itu. Ke depannya, tidak untuk ekspor pun tetap harus pakai catch certificate. (jal/kominfojatim)

post-top-smn

Baca berita terkait