Saturday, 24 October 2020

Pelantikan Kepala Desa Bupati Blitar: Dana Dari Pemerintah Harus Menjadi Spirit Membangun Desa

post-top-smn
Bupati Blitar, Drs. H.Rijanto, MM saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 21 Kepala Desa terpilih periode Tahun 2017-2023, Kamis (16/2) di PendopoAgung Ronggo Hadinegoro

Bupati Blitar, Drs. H.Rijanto, MM saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 21 Kepala Desa terpilih periode Tahun 2017-2023, Kamis (16/2) di PendopoAgung Ronggo Hadinegoro

Blitar, SMN – Bupati Blitar, Drs. H.Rijanto, MM melantik dan mengambil sumpah jabatan 21 Kepala Desa terpilih periode Tahun 2017-2023, Kamis (16/2) di Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro. Ini sesuai dengan Keputusan Bupati Blitar Nomor.188/34/409.06/KPTS/2017 tanggal 23 Januari 2017. Dua puluh satu Kepala Desa terpilih tersebut telah mengikuti Pemilihan Kepala Desa Serentak pada 15 Desember 2016. Dalam sambutannya, orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini menyampaikan ucapan selamat kepada Kepala Desa yang baru saja dilantik. Bupati Blitar mengingatkan, tugas Kepala Desa tidak semakin ringan. Pengelolaan dan pertangungjawaban Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) harus tepat sesuai sasaran. Dana yang digelontorkan dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat tersebut harus menjadi spirit untuk membangun desa, mengembangkan perekonomian masyarakat desa. Ini bisa terwujud cepat dan tepat jika dilakukan dengan tertib administrasi dan semangat gotong royong. Mengingat gotong royong merupakan budaya negeri ini yang harus dipupuk. Untuk itu, bagi instansi terkait seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Inspektorat dan Camat selalu melakukan pendampingan. Karena pengelolaan DD sangat rawan terjerat masalah hukum. Harapannya, Kades tidak terjerat kasus hukum. Sebaliknya, kades juga harus mau untuk dibina.

Bupati Blitar juga mengingatkan, cuaca ekstrim diprediksi oleh BMKG masih akan berlangsung sampai akhir Pebruari 2017. Terkait hal ini, semua Kades untuk melakukan antisipasi terjadinya bencana. Komunikasi dan koordinasi harus terus dilakukan dengan pihak terkait termasuk Muspika. Tujuannya meminimalisir korban jika terjadi bencana. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, beberapa wilayah di Kabupaten Blitar seperti Kec. Doko, Desa Olak Alen Kec. Selorejo mengalami tanah longsor. Dan minggu lalu, Kec. Sutojayan dilanda banjir, namun saat ini sudah surut. Kendati demikian, masyarakat diharapkan mewaspadai penyakit, seperti diare dan demam berdarah. Kades harus selalu mengingatkan warganya agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat, tidak BAB sembarang tempat. Harus Open Defecation Free (ODF). Ini seperti yang dilakukan Kecamatan Wonodadi. Pada 9 Oktober 2016, Kecamatan Wonodadi telah mendeklarasikan ODF.

Dihadapan undangan yang hadir, orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini juga menyampaikan, kemajuan informasi dan teknologi harus disikapi dengan bijak. Harus ada filter kuat sehingga berita atau informasi yang bersifat hoax, disebarkan luaskan melalui media social atau fasilitas online lainnya bisa diminimalisir. Tugas aparatur termasuk Kades untuk memfilter setiap informasi yang masuk. Seluruh aparatur di Kabupaten Blitar bersama masyarakat wajib menjaga Pancasila, kebhinekaan Tunggal Ika harus terus terpatri. Sehingga suasana tetap kondusif. Ini juga dalam rangka mewujudkan visi Bupati/Wakil Blitar, Menuju Kabupaten Blitar Lebih Sejahtera, Maju dan Berdaya Saing. Tiga pilar yakni Bupati/Wakil Bupati, Forpimda dan FKDM termasuk 3 pilar ditingkat kecamatan yakni Camat, Muspika dan Kades/BPD harus terus menjalin silaturahmi demi menjaga kondisi tetap kondusif.

Diakhir sambutannya, Bupati Blitar menyampaikan melalui OPD terkait, akan menggelar lomba desa/kelurahan. Ini sebagai bentuk respon dari Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 tentang evaluasi perkembangan desa/kelurahan. Desa/Kleurahan se-Kabupaten Blitar akan dilakukan evaluasi oleh instansi terkait. Di tingkat kecamatan sampai tingkat kabupaten. Sesuai dengan Permemendagri tersebut ada 3 kategori yakni Desa/Kelurahan Cepat Berkembang, Desa/Kelurahan Berkembang dan Desa/Kelurahan Kurang Berkembang. Lomba ditingkat kecamatan akan dilaksanakan sekitar bulan Maret atau April 2017. Peserta hanya desa dengan kategori Cepat berkembang dan berkembang. Jika memenangi lomba desa/kelurahan akan menjadi wakil masing-masing kecamatan maju ditingkat kabupaten. Hadiah, selain penghargaan, uang pembinaan juga ada hadiah mobil. Tahun ini akan disediakan 60 mobil bagi desa/kelurahan yang mendapat juara. Harapannya, dengan hadiah tersebut menjadi pemacu bagi desa/kelurahan untuk berlomba-lomba menjadi desa/kelurahan yang tertib administrasi atau dengan kata lain tertib dalam tata kelola pemerintahan, juga menjadi pelayan yang baik bagi masyarakat. Semua aparatur harus berkomitmen mewujudkan pemerintahan yang transparan, bersih dan akuntabel.

Undangan yang hadir dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Blitar, Marhaenis, Ketua TP PKK Kabupaten Blitar dan Ny.Untari Marhaenis, Anggota Dharma Wanita Persatuan,, Anggota Forpimda, Kepala OPD di Lingkungan Kabupaten Blitar, Camat, Kades dan BPD se- Kabupaten Blitar, serta anggota Muspika se-Kabupaten Blitar.(mam)

post-top-smn

Baca berita terkait