Saturday, 8 May 2021

Pasar Rakyat Yang Belum Memenuhi Kriteria SNI 8152 : 2015, Ada  32 Buah

post-top-smn

Lumajang, SMN – Sejumlah pasar rakyat yang dikelola oleh pemerintah daerah ( Pemda ) lumajang, belum memenuhi standarisasi, jika hal tersebut mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 8152 : 2015.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sarana Prasarana Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Lumajang, Suherman SH, mengatakan jika ada 32 pasar rakyat  yang belum memenuhi kriteria, yang pada awalnya hanya ada 30 pasar rakyat yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang.

“Untuk memenuhi kriteria SNI type 3 saja pasar di Lumajang masih jauh dari standart. Dan di Lumajang ini masih dalam katagori kelas, dan itu pada posisi kelas 3 belum kelas 1. Dua pasar rakyat yang diserahkan kepada Pemkab Lumajang adalah pasar MKS di Kelurahan Ditotrunan dan pasar Damai di Kelurahan Jogotrunan,” katanya diruang kerjanya.

Seperti pasar baru Lumajang, itu adalah pasar utama di Kabupaten Lumajang, juga masih belum memenuhi SNI tersebut. Salah satu syarat untuk memenuhi SNI,  adalah penataan parkir yang harus bagus.
“Selain itu, wajib ada tempat untuk ibu menyusui, ada lemari pendingin, dan masih banyak faktor lain, seperti kantor pengelola dan alat pemadam api,” jelasnya.

Sebagai pihak yang diberikan wewenang untuk bidang pengelolaan sarana prasarana perdagangan,  Herman selalu mencari solusi, bagaimana agar pasar rakyat tidak mati dan tetap selalu eksis di era globalisasi modern seperti saat ini.

“Agar tetap eksis, Pasar tradisional harus mengadakan perubahan dari berbagai segi, seperti tempat harus direhab,  mulai lantai harus dikeramik, drainase yang bagus dan atap dari galvalum,” tambahnya.

Sampai saat ini, sudah ada beberapa pasar yang telah dilakukan perawatan dan rehab ringan atau berat.
“Seperti pasar buah di Desa Wates Wetan Kecamatan Ranuyoso sudah mendapatkan rehab dengan anggaran sebesar Rp 4 milyar lebih, sekarang tidak menyebabkan macet yang parah seperti sebelumnya. Pasar Sukodono, pasar Candipuro, pasar Kunir dan beberapa lainnya juga sudah mendapatkan perawatan dan rehab ringan,” ujarnya lagi.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya Suherman sempat menjelaskan jika tahun 2018 ini akan ada rehab pada tiga pasar di tiga Kecamatan dengan anggaran sekitar Rp 4,5 milyar.

Dengan adanya rehab di tiga pasar itu, para pedagang sangat bersyukur sebab akan ada perbaikan dari sisi lokasi berdagang, dan juga akan meningkatkan perekonomian. (Atiek)

post-top-smn

Baca berita terkait