Saturday, 28 November 2020

Pasar Rakyat Gempol Diresmikan oleh Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf

post-top-smn

9adc0b2f4ab587c540545c23ae91decb-1 Pasuruan, SMN – Pasar Rakyat Gempol, akhirnya suda bisa di fungsihkan dan bisa dimanfaatkan oleh para pedagang dan Masyarakat Gempol.

Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf yang telah membuka secara resmi Pasar Rakyat Gempol, Rabu 17-05-2017, dengan disaksikan Wakil Bupati Pasuruan, Riang Kulup Prayudha, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi dan Agus Suyanto serta Samsul Hidayat dari Komisi III, Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Pasuruan, Ny Endah Prayudha, para Asisten, Kepala OPD (organisasi perangkat daerah), beserta ratusan para pedagang Pasar Gempol.

Edy Suwanto, Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan menjelaskan, khusus untuk  perencanaan struktur bangunan yang akan digunakan sebagai pusta grosir konveksi di bagian depan pasar, sudah selesai.

Namun, untuk saat ini akan dilanjutkan dengan pemasangan keramik, partisi serta side development seperti pembangunan taman, parkir, musholla sampai dengan hidran, untuk semua pembangunan tersebut adalah anggaran dari APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2016 sebesar Rp 20 Milyar beserta ditambah dari anggaran APBD tahun 2017 sebesar Rp 5 M,” tuturnya.

“Lebih jelas Edy Suwanto menegaskan untuk anggaran sebesar Rp 5 Milyar dipergunakan untuk finishing, maka kita targetkan untuk Pasar Rakyat Gempol ini akan selesai pada bulan agustus ini. Dan untuk pembangunannya Kita tinggal menambah keramik, memperhalus tembok juga pembangunan side development. Yang jelas kita akan selesaikan pembangunan ini secepatnya rampung ,” jelas Edy Suwanto.

Tambahan dari Edy Suwanto, untuk Pasar Rakyat gempol ini ada dua bangunan permanen, Yaitu bangunan untuk pasar tradisional yang berada di bagian belakang, serta pusat grosir konveksi di bagian depan. Maka untuk pasar tradisional sendiri, untuk jumlah  stan atau kios Pasar Rakyat Gempol adalah berjumlah 118 kios yang bisa menampung para pedagang palen (sapu, sabun dan sejenisnya), pakaian, sembako dan kios khusus ikan dan daging. Sedangkan untuk pusat grosir konveksi, setidaknya ada 250 stan atau kios yang menjadi sentra kulakan, mulai dari baju anak-anak, kain, batik dan bordir hingga kebutuhan konveksi lainnya.

“Alhamdulillah untuk pasar tradisional atau disebut Pasar Rakyat Gempol sudah selesai dan suda diresmikan langsung oleh Bupati Irsyad. Semuanya sudah berjalan dengan lancar, meskipun ada sedikit keluhan dari para pedagang ikan yang merasa tempat jualannya sangat panas lantaran ventilasi kurang banyak,” imbuhnya.

Disisi lain, Bupati Irsyad menegaskan bahwa keberadaan Pasar Gempol adalah sebagai pusat grosir konveksi yang akan bisa menumbuhkan geliat dan perputaran ekonomi yang cukup tinggi, terutama dari wilayah barat dan selatan.

“Ketika nanti sudah terbangun dan suda selesai semuanya, maka akan banyak pergerakan ekonomi masyarakat baik dari pasuruan maupun luar pasuruan akan menikmatinya . Maka dari situlah perputaran uang akan terjadi sehingga dampaknya juga pada peningkatan taraf hidup masyarakat itu sendiri,” ungkapnya.

Lebih lanjut Irsyad menegaskan bahwa pembangunan Pasar Gempol adalah bagian dari upaya merevitalisasi semua pasar daerah di Kabupaten Pasuruan. Revitalisasi adalah langkah untuk menghilangkan stigma negative masyarakat yang masih menganggap pasar sebagai tempat yang jorok, kumuh, becek dan semrawut.

“Saya berharap pembangunan sarana perdagangan ini dapat memiliki daya saing dengan pasar modern, menunjang kelancaran arus distribusi barang, jasa, serta menjaga kestabilan harga. Saya juga menghimbau pada para pedagang dan masyarakat Gempol agar bisa bersama-sama menjaga kebersihan pasar dan merawatnya, supaya tetap terjaga sampai kapanpun,” jelasnya. (Pur)

post-top-smn

Baca berita terkait