Sunday, 29 November 2020

Pasar Rakyat dan Wayangan Hari Jadi Pemkab ke-724, Suguhkan Kreatifitas Lokal

post-top-smn
Wakil Bupati Pungkasiadi membuka acara ditandai dengan prosesi penyerahan gunungan dari Dalang Ki Wardono

Wakil Bupati Pungkasiadi membuka acara ditandai dengan prosesi penyerahan gunungan dari Dalang Ki Wardono

Mojokerto, SMN – Pasar Rakyat dan Pameran Produk Unggulan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), turut memeriahkan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-724, yang dipusatkan di Terminal Pungging Mojosari, Kamis (11/5) malam lalu.

Acara yang dilangsungkan selama tiga hari (11-13 Mei) ini, diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi. Tercatat 50 stan berbagai barang handycraft, home industry maupun food industry, meramaikan event tahunan ini.

“Event ini menjadi media promosi, dan pengenalan produk daerah hasil kreatifitas lokal. Pasar Rakyat dan Pameran Produk UMKM malam ini, juga menjadi wahana rekreasi, permainan, belanja dan kuliner murah bagi masyarakat,” terang wakil bupati dalam sambutannya.

Wakil bupati juga mengaku optimis, jika event hasil kerjasama Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur ini dinilai mampu memberi kontribusi cukup besar terhadap para pelaku usaha.

“Kurangnya akses terhadap pasar, permodalan, pengembangan informasi dan SDM masih menjadi masalah bagi pelaku usaha. Namun saya optimis, dukungan pemasaran melalui pameran akan memberi kontribusi terhadap pengembangan usaha,” tambahnya.

Senada dengan wakil bupati, Bambang Purwanto selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto, dalam laporan sambutannya menjabarkan beberapa benefit yang bisa didapatkan dari kegiatan pasar rakyat ini.

“Kegiatan ini kita manfaatkan sebagai arena promosi dagang, sarana informasi dan komunikasi, menyediakan barang kebutuhan dengan harga murah serta kesempatan mengembangkan ekonomi,” urai Bambang.

Selaian pesta rakyat, event besar rangkaian Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-724 dalam sepekan ini adalah pagelaran wayang kulit. Mengangkat lakon “Wahyu Purbo Sejati”, kegiatan nguri-uri budaya ini dihelat di Pendopo Graha Majatama, Jumat (12/5) semalam.

Mewakili Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, wakil bupati Pungkasiadi membuka acara dengan ditandai prosesi penyerahan gunungan dari Dalang Ki Wardono. Dalam sambutannya, Ia menuturkan jika kesenian wayangan merupakan satu paket lengkap dimana tontonan sekaligus tuntunan bersatu dalam suguhan apik.

Pagelaran wayang kulit kali ini juga diharapkan dapat menumbuhkembangkan ekonomi kerakyatan. Artinya masyarakat dapat menikmati, disamping meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

“Wayang adalah media komunikatif penyampai informasi masyarakat, forum bersosialisasi, seni dekoratif yang indah, dan juga tempat berdiskusi. Ada tontonan sekaligus tuntunan dalam satu harmoni,” terang wakil bupati yang hadir didampingi istri, Yayuk Pungkasiadi, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Herry Soewito.

post-top-smn

Baca berita terkait