Sunday, 12 July 2020

Paripurna DPRD Sahkan Dua Perda, Masih Tunda Perubahan Perda Tentang Jasa Umum

post-top-smn
Ketua DPRD Ali Mufhti saat menandatangani persetujuan disaksikan Pj Bupati Ponorogo Maskur dan Anggota DPRD Ponorogo

Ketua DPRD Ali Mufhti saat menandatangani persetujuan disaksikan Pj Bupati Ponorogo Maskur dan Anggota DPRD Ponorogo

Ponorogo, SMN DPRD Ponorogo ahirnya mengesahkan dua peraturan daerah setelah melalui pembahasan yang hangat. Kedua perda itu adalah Perda mengenai izin usaha rumah kost dan Perda perubahan dari no. 15/2011 tentang retribusi jasa usaha.

Namun demikian, DPRD Ponorogo secara bulat menunda pembahasan Ranperda mengenai perubahan Perda no. 14/2011 tentang jasa umum. Penundaan ini dilakukan sampai dua pekan kemudian. “Kita tunda dua minggu dan tetap digodok pembahasannya di Pansus 3, penundaan ini juga bisa memberi waktu misalnya fraksi-fraksi ingin memberikan masukannya dalam Pansus,” ujar Ketua DPRD Ponorogo, Ali Mufti.

Dalam sidang paripurna DPRD Ponorogo tersebut, dibacakan 10 rekomendasi dan salah satuya meminta penundaan pengesahan perubahan Perda mengenai jasa umum. Pansus 3, yang membahas mengenai hal itu meminta tambahan waktu sekitar 2 pekan lagi.

Suasana rapat paripurna DPRD Kabupaten Ponorogo

Suasana rapat paripurna DPRD Kabupaten Ponorogo

Ketua Pansus 3, Ubahil Islam, menyatakan perubahan Perda mengenai retribusi umum itu masih banyak yang mengganjal. Pihaknya juga turut menyoroti Perbup No. 53/2015 mengenai tarif puskesmas. Perda yang dikeluarkan Pemkab pada 3 Februari tahun lalu itu menurutnya rancu dengan perubahan perda tentang retribusi umum. “Idealnya, karena ada perubahan status Puskesmas sebagai BLUD, ya SK mengenai retribusi Puskesmas juga dihapus dulu,” ungkapnya.

Selain itu, Ranperda yang ditangani Pansus 3 termasuk kompleks dan butuh waktu lebih panjang dalam pembahasannya. Hal itu tak lain agar produk Perda yang disahkan dewan kelak dapat bermanfaat bagi masyarakat dan Pemkab Ponorogo.

Sementara itu, Penjabat Bupati Ponorogo, Maskur, menyampaikan terimakasihnya karena dua ranperda berhasil dibahas dan disahkan oleh dewan. “Harapan kami ada pembahasan lebih intes lagi dan Raperda jasa umum juga segera bisa di sahkan”, kata Maskur.

post-top-smn

Baca berita terkait