Thursday, 29 October 2020

Panen Padi Organik dengan Metode Hazton dan SRI

post-top-smn
Bupati Lumajang, Drs.As’at saat panen raya padi organik di Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Selasa (17/1/2017) lalu

Bupati Lumajang, Drs.As’at saat panen raya padi organik di Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Selasa (17/1/2017) lalu

Lumajang, SMN – Pemerintah Kabupaten Lumajang Panen Raya untuk jenis padi organik yang menggunakan metode HAZTON dan SRI pada Kelompok Tani “Tangguh”, sebagai bukti nyata peningkatan produksi dan produktivitas padi untuk Ketahanan Pangan Nasional, bertempat di Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Selasa kemarin (17/01).

Demplot padi organik metode HAZTON ini, merupakan implementasi dari MOU antara Pemerintah Kabupaten Lumajang dengan Perwakilan Bank Indonesia Jember pada tahun 2013 lalu. Hal ini merupakan terobosan untuk memacu peningkatan produksi beras, salah satunya dengan melalui metode HAZTON yang dikembangkan Bank Indonesia dan konsultannya.

Bupati As’at mengatakan bahwa sub sektor tanaman pangan khususnya komoditas padi mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam membangun perekonomian daerah. Untuk itu perlu terus diupayakan pengembangannya, karena telah berperan sebagai penyedia pangan untuk ketahanan pangan daerah, penyediaan lapangan kerja dan sumber pendapatan masyarakat demi menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bupati As’at juga menyampaikan agar petani tidak mudah putus asa dalam menghadapi kesulitan dan kegagalan dalam upaya meningkatkan hasil pertanian. Melalui metode hazton ini, diharapkan dapat menambah penghasilan petani, karena padi organik jenis merah nilai jualnya lebih tinggi dibandingkan dengan beras biasa. “Menurut pantauan terakhir harga padi jenis merah harganya berkisar antara 23 hingga 25 ribu per kilogram”, ujar Bupati As’at.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang Ir. Paiman, mengatakan bahwa metode HAZTON ini lebih efisien dalam penggunaan sarana produksi. Oleh sebab itu, Kepala Dinas Pertanian menyebut metode ini dengan “SRI“ yaitu metode “Sitik Rodok Irit“, yang artinya sedikit tapi irit dalam penggunaan sarana produksi pertanian.

Turut hadir pada panen padi tersebut, Bupati Lumajang, Drs. As’at, M.Ag dan Wakil Bupati Lumajang, dr. Buntaran Suprianto, M.Kes bersama dengan Forkopimda Lumajang, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, Perwakilan BI Jember, Konsultan BI Prof. DR. Indah Prihartini, Muspika Jatiroto, Kepala Desa, tokoh masyarakat, kelompok tani serta undangan lainnya.(tik)

post-top-smn

Baca berita terkait