Sunday, 27 September 2020

Pakde Karwo Raih Peringkat Pertama Penghargaan Pegiat Lansia

post-top-smn
Gubernur Jatim Pakde Karwo menerima penghargaan dari Kemensos RI sebagai Penggiat Upaya Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Tahun 2016 di Ballroom Bidakara Hotel Jakarta

Gubernur Jatim Pakde Karwo menerima penghargaan dari Kemensos RI sebagai Penggiat Upaya Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Tahun 2016 di Ballroom Bidakara Hotel Jakarta

Surabaya, SMN – Kepedulian, pengabdian, komitmen dan perhatian Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo terhadap kesejahteraan kaum lanjut usia (lansia) di Jatim tidak perlu diragukan lagi. Sejak awal periode kepemimpinannya, Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu melaksanakan berbagai program, kebijakan, dan dukungan yang pro kaum lansia.

Karena kepedulian Pakde Karwo itulah berbuah penghargaan sebagai Peringkat Pertama Pegiat Upaya Kesejahteraan Sosial Lansia Tahun 2016 kategori Individu selaku Kepala Daerah yang diserahkan langsung oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Dra. Khofifah Indar Parawansa dalam acara Penganugerahan Penghargaan Mensos RI kepada Pegiat Upaya Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Tahun 2016 dan Seminar “Strategi Nasional Kelanjutusiaan Menuju Lanjut Usia Indonesia Sejahtera” di Bhirawa hall Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (4/10).

Penghargaan tersebut melengkapi penghargaan di bidang kelanjutusiaan yang diterima Pakde Karwo pada 2013 lalu, yakni Penghargaan Wredatama Nugraha Utama yang dianugerahkan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PB PWRI), Prof Dr Haryono Suyono pada Puncak Peringatan HUT PWRI ke-51 Tahun 2013 di Atrium Kampus Universitas Trilogi, Jl. TMP Kalibata Jakarta Selatan.

Diterimanya penghargaan terebut disambut gembira oleh Pakde Karwo. Orang nomor satu di jajaran Pemprov Jatim itu mengatakan, penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Jatim. Mulai dari pemerintah, DPRD, pengusaha, polisi, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi mudanya sangat peduli dengan lansia.

“Memang kami punya Peraturan Daerah Jawa Timur Nomor 5/2007 tentang Meningkatkan Kesejahteran Lanjut Usia, serta program khusus untuk para lansia, khususnya di Panti Werdha. Tapi yang paling penting adalah masyarakat Jatim yang peduli dan memberdayakan lansia, seperti membentuk yayasan lansia, serta setiap kecamatan pasti ada kegiatan untuk para lansia” katanya.

Penghargaan ini, lanjut Pakde, makin memotivasinya untuk terus meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat Jatim. “Terobosan kami selanjutnya adalah bebas pasung. Saat ini, dari 2.217 yang dipasung, sudah 754 yang kembali ke masyarakat, 500 masih dalam perawatan, sehingga ada sekitar 1.000 yang masih kami upayakan untuk dibebaskan” ujarnya.

Perhatian dan kepedulian Pakde Karwo kepada lansia menuai pujian dari Menteri Sosial RI, Dra. Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, Prov. Jatim dibawah kepemimpinan Pakde Karwo sangat pro lansia. Terbukti, dari seluruh penghargaan yang dibagikan pada kesempatan itu, Jatim menjadi juara umum.

“Selamat kepada Pakde Karwo, selamat kepada Jawa Timur karena telah menjadi juara umum. Selain Gubernurnya mendapat penghargaan, kategori keluarga, kelompok, dan lembaga juga mendapat penghargaan. Semuanya komplit. Ini artinya, Jatim sangat pro lansia. Kami harap ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan” kata Khofifah.

Pakde Karwo foto bersama dengan para peraih penghargaan dari Jawa Timur sebagai Penggiat Upaya Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Tahun 2016 di Ballroom Bidakara Hotel Jakarta

Pakde Karwo foto bersama dengan para peraih penghargaan dari Jawa Timur sebagai Penggiat Upaya Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Tahun 2016 di Ballroom Bidakara Hotel Jakarta

Khofifah melanjutkan, lansia memiliki potensi yang sama dengan masyarakat berusia produktif. Lansia juga bisa memberikan titisan, harkat dan martabat kepada generasi muda, punya hak dan kewajiban, dan punya kesempatan yang sama besar dengan yang muda. Bahkan mereka adalah orang yang lebih dulu berjuang dalam membangun dan mengembangkan negeri ini. Sehingga meskipun sudah memasuki usia lanjut, tapi pemikiran serta pengalamannya sangat dibutuhkan.

Karena itu, nasib dan kesejahteraan para lansia harus diperhatikan. Pemerintah harus terus berinovasi dan berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan kaum lansia. Diantaranya dengan mengembangkan sistem pelayanan bagi lansia, dan meningkatkan pelayanan berbasis keluarga.

“Keputusan pertama, lansia harus bersama keluarga, jangan ketika orang tuanya sudah lansia malah dikirim ke Panti Werdha. Basisnya adalah bersama keluarga, kemudian kita tingkatkan pelayanan berbasis institusi. Artinya, fasilitas-fasilitas didalamnya terutama yang bersifat long term care harus diperbaiki” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Marzuki mengatakan, tujuan diselenggarakannya acara ini adalah meningkatkan kesadaran kepada kepala daerah, individu, dan masyarakat luas untuk sadar lansia, serta tersosialisasikannya konsep strategi nasional kelanjutusiaan.

Selain Pakde Karwo, yang meraih penghargaan serupa adalah Gubernur Banten, H. Rano Karno, SIP (peringkat kedua), Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah (peringkat ketiga), dan Bupati Karanganyar Prov. Jawa Tengah, Drs. H. Yuliyatmono, MM (peringkat keempat).

Pakde Karwo menempati peringkat pertama berdasarkan hasil keputusan Dewan Juri independen yang beranggotakan Kyai Haji Ahmad Hasyim Muzadi (Wantimpres RI), Prof. Haryono Suyono, Prof. Mahfud Said, dan Prof. Marzuki, M.Sc. Sedangkan narasumber pada seminar itu adalah Prof. Dr. Haryono Suyono, MA, Ph.D (Ketua Umum DNIKS), Dr. Vivi Yulaswati (Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Bappenas), dan dr. Rr. Flora Josephine Retno W, SpS (Yayasan Alzheimer Indonesia).

Sementara untuk kategori umum, penghargaan diberikan kepada Hj. Sutinah Asmar dari Kab. Kolaka Prov. Sultra, H. Abdul Satar (Kab. Maringin, Prov. Jambi), dan Hj. Mulyaningsih (Kota Palembang, Prov. Sumsel). Untuk kategori keluarga, penghargaan dimenangkan oleh Apriana M.F. Pattikawandun (Kota Kupang, NTT) dan H. Muhammad Syifa (Kab. Jombang, Jatim). Sedangkan untuk kategori kelompok, dimenangkan oleh Lumintu (Kota Tangerang, Prov. Banten), dan Karang Werdha Yudhistira, (Kab. Sidoarjo, Jatim). Serta untuk kategori lembaga, dimenangkan oleh Yayasan “Hargo Dadali” (Kota Surabaya, Jatim), Yayasan “Al-Azis” (Kota Kendari Prov. Sultra) dan Yayasan Panti Jompo “Al-Huda Syuhada Cot Pileng” (Kab. Aceh Utara, Prov. Aceh).

Ikut mendampingi pada kesempatan itu, Kepala Dinas Sosial Jatim Dr. Sukesih, Apt.MARS, Ketua Komda Lansia Jatim, Dr. Eddy Purwinanto, dan 1.000 peserta dari kementerian/lembaga, akademisi, mahasiswa, perwakilan perguruan tinggi, lembaga lansia, jajaran komnas lansia, jenderal lansia, para pkerja sosial, Sekda Aceh, Kepala Dinsos Banten, dan organisasi lainnya.(*)

post-top-smn

Baca berita terkait