Wednesday, 23 September 2020

Pakde Karwo Paparkan Implementasi Nawacita ala Jatim

post-top-smn
Gubernur Jatim Memberikan Sambutan di Acara Pengarahan Mendagri Kepada Jajaran Forpimda Propinsi Jawa Timur di Grand City

Gubernur Jatim Memberikan Sambutan di Acara Pengarahan Mendagri Kepada Jajaran Forpimda Propinsi Jawa Timur di Grand City, Surabaya.

 

Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo memaparkan implementasi program “Nawacita” ala Jatim di hadapan Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim, bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota serta 664 camat se-Jatim di Grand City Surabaya, Rabu (17/2) malam.

Nawacita adalah 9 program yang mencakup keseluruhan visi dan misi Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dalam memimpin Indonesia, ke-9 program tersebut diimplementasikan oleh Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim dalam menjalankan berbagai program dan kebijakan di Jatim.

Nawacita pertama, yang berbunyi “Menghadirkan kembali negara untuk melindungi bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara”. Pakde Karwo mengimplementasikannya kedalam tiga tujuan utama, yakni Aman, Nyaman dan Kondusif-Kesejahteraan Rakyat Meningkat-Pertumbuhan dan Pembangunan Meningkat.

“Program kami adalah menghadirkan kembali negara untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, jadi kami selalu bekerjasama dan menjaga silaturahmi dengan seluruh pihak, baik Polisi, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, pihak swasta, dan masyarakat, salah satu contohnya adalah program TNI Manunggal Kesehatan dan KB, serta Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni )RTLH)” katanya.

Nawacita kedua, yakni “Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya”. Diimplementasikan Pakde Karwo dengan melakukan inovasi-inovasi pelayanan publik agar masyarakat semakin dimudahkan dan terpuaskan oleh pelayanan pemerintah.

“Contoh inovasi-inovasi kami adalah Perijinan Satu Pintu (P2T), e-Samsat, Drive Thru, e-planning, e-budgeting, e-audit dengan bekerjasama dengan BPK, Alhamdulillah hasilnya penilaian SAKIP kami memperoleh kategori “A”. Artinya, pelayanan publik kami makin berkualitas dan memuaskan masyarakat” jelas Pakde.

Untuk Nawacita ketiga, yakni “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan”. Pakde mengimplementasikannya lewat Program “Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (JALINMATRA).

Gubernur Jatim dengan Didampingi Wagub Jatim Menghadiri Pengarahan Mendagri di Grand City

Gubernur Jatim dengan Didampingi Wagub Jatim Menghadiri Pengarahan Mendagri di Grand City, Surabaya.

“Program Jalinmatra adalah Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan, Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan, dan Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin. Intinya, kami mengajak bicara masyarakat kurang mampu untuk menemukan solusi atau bantuan yang tepat untuk mengangkat nasib mereka, inilah demokrasi partisipatoris” ujarnya.

Nawacita keempat, “Menolak Negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya”, Pakde Karwo mengimplementasikannya dengan membuat Wilayah Bebas Korupsi (WBK), diantaranya di RS Kusta Sumber Glagah Mojokerto, UPT P2T, 20 Unit Pelaksana Jembatan Timbang, RS. Dr. Soedono Madiun, dan BKD Jatim.

“Khusus UPT Jembatan Timbang, ini masuk Top Nine di Indonesia, dan masuk kualifikasi pelayanan kelas dunia” kata Pakde.

Nawacita kelima, yakni “Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui program Indonesia Pintar dengan wajib belajar 12 tahun bebas pungutan. Dan program Indonesia Sehat untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Serta Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera dengan mendorong program kepemilikan tanah seluas sembilan juta hektar” diimplementasikan Pakde Karwo dengan menyiapkan SDM Berkualitas dan Produktif di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Kami ingin fokus pada pendidikan vokasional agar makin banyak tenaga kerja yang siap pakai, jadi kami menargetkan kedepan komposisi SMU:SMK menjadi 30:70. Untuk itu, kami telah bekerjsama dengan Jerman untuk standarisasi lulusan SMK, jadi nanti lulusan SMK mini di Jatim memiliki sertifikat internasional” ujarnya.

Nawacita keenam, yakni “Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional”, Pakde mengimplementasikannya melalui peningkatan kualitas dan kemudahan bantuan permodalan bagi UMKM. Tahun ini, kami sediakan APBD Rp. 400 miliar untuk stimulus permodalan UMKM, dan kami juga akan melakukan standarisasi produk UMKM agar sesuai standar SNI” katanya.

Nawacita ketujuh, yakni “Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi dan domestik”. Pakde Karwo mengimplementasikannya dengan membuka 26 kantor perwakilan dagang (KPD) di 26 provinsi untuk memperkuat perdagangan dalam negeri.

Selain itu, Jatim telah berhasil berkontribusi bagi nasional lewat produk-produknya, diantaranya pertanian, dimana Jatim surplus beras sebesar 4,97 juta ton, kemudian Gula Surplus 805 ribu ton, dan Kontribusi Daging 22,12% bagi nasional. “Tiap tahun kami mengirim 300 ribu ekor sapi ke provinsi lain” jelasnya.

Nawacita kedelapan, yakni “Melakukan revolusi karakter bangsa melalui penataan kembali kurikulum pendidikan nasional”, telah dijabarkan melalui pengembangan SMK mini dan mengembangkan pendidikan budi pekerti dan bela negara serta pengembangan kurikulum dengan muatan lokal.

Nawacita kesembilan, yakni “Memperteguh Ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui penguatan kebhinekaan dan menciptakan ruang dialog antar warga”. Pakde Karwo mengimplementasikannya dengan mengoptimalkan peran Foruk Komunikasi Umat Beragama (FKUB).

Selain itu, Pakde Karwo juga mengoptimalkan ruang publik bagi masyarakat yang ingin memberikan masukan, kritikan, dan saran bagi pemerintah. Diantaranya lewat program Ajang Wadul di TVRI, Warung Pakde dan Gus Ipul di Radio SS, dan Ngopi Bareng Pakde dan Gus Ipul di JTV. (humasjatim)

post-top-smn

Baca berita terkait