Saturday, 24 October 2020

Pakde Karwo Minta PTPN X Kembangkan Industri Gula di Madura

post-top-smn
Gubernur Prov Jatim Mendapat Cinderamata Dari Bpk. Dwi Satriyo Anugroho Selaku Dirut Utama PTPN Surabaya DanDan Berfoto Bersama Dengan Pejabat Dari PTPN Surabaya, Dalam Agenda Audensi Di Ruang Kerja Gubernur Prov Jatim

Gubernur Prov Jatim Mendapat Cinderamata Dari Bpk. Dwi Satriyo Anugroho Selaku Dirut Utama PTPN Surabaya DanDan Berfoto Bersama Dengan Pejabat Dari PTPN Surabaya, Dalam Agenda Audensi Di Ruang Kerja Gubernur Prov Jatim

Surabaya, SMN – Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo minta PT. Perkebunan Nusantara X (PTPN X) Persero mengembangkan produksi tebu di Pulau Madura, salah satunya dengan menaikkan harga beli dari petani. Bila itu dilakukan, dapat mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat Madura.

Hal ini disampaikannya saat menerima Direksi baru PTPN X di Ruang Kerja Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan 110 Surabaya, Jum’at (10/3).

“Kemiskinan di Jatim itu 11,85 persen, dan paling besar dari Madura. Di Pantai Madura masih banyak lahan kosong, ini sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk kebun tebu tanah kering. Dulu pernah dikembangkan tapi berhenti karena mahalnya ongkos angkut, melewati Jembatan Suramadu. Saya harap PTPN X bisa mengembangkan ini,” kata Pakde Karwo, sapaan lekat Gubernur Jatim.

Menurutnya, Jatim memiliki kultur agro yakni tebu. Permasalahannya, ada beberapa wilayah yang kelebihan produksi tebu, dan ada pula yang kekurangan. Seperti Malang yang kelebihan produksi tebu hingga pabriknya kewalahan untuk memproduksi menjadi gula.

“Kalau tebu surut, produksi padi dan jagung malah tinggi, dan sebaliknya,” katanya.

Terkait dengan penutupan pabrik gula, lanjut Pakde Karwo, penutupan ini bukan sekedar masalah efisiensi. Ia tidak sependapat soal efisiensi ini. Menurutnya, pembangunan tidak semata-mata masalah efisiensi. Apalagi BUMN, harus memiliki fungsi sosial. “Kalau mau efisiensi ya haknya, tapi tugas Gubernur adalah mengatur keadilan sosial. Pertimbangan sosiologis tentang keadilan harus masuk dalam keputusan soal gula ini,” katanya.

Sementara itu, Dwi Satriyo Annurogo, Direktur Utama PTPN X mengatakan, kunjungan ini merupakan silaturahmi para direksi baru PTPN X yang baru saja dilantik pada 24 Februari 2017 lalu. Menurutnya, PTPN X fokus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama petani tebu. Dari target 2017 sebesar 419 ribu ton gula, PTPN X menyediakan lahan tebu seluas 64 ribu hektar.

Turut dalam kunjungan ini, Direktur Komersil PTPN X, Muhammad Hanugroho, Direktur Operasional PTPN X, Mustaqim, serta Kepala Dinas Perkebunan Prov. Jatm, Ir. Moh. Samsul Arifien, MMA.

post-top-smn

Baca berita terkait