Thursday, 3 December 2020

Pakde Karwo : Mahasiswa Harus Perjuangkan Nilai Keadilan

post-top-smn
Gubernur Jatim Dr H Soekarwo Memberikan Pengarahan di Silahturahmi Pangdam V Brawijaya dengan Ketua dan Sekretaris BEM Perguruan Tinggi Negeri,Sekolah Tinggi atau Swasta Se Jatim di Balai Prajurit Kodam V Brawijaya

Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo Memberikan Pengarahan di Silahturahmi Pangdam V Brawijaya dengan Ketua dan Sekretaris BEM Perguruan Tinggi Negeri,Sekolah Tinggi atau Swasta Se Jatim di Balai Prajurit Kodam V Brawijaya

Surabaya, SMN – Sebagai agent of change, mahasiswa harus berani memperjuangkan nilai-nilai keadilan, karena ketidakadilan menyebabkan beberapa masalah diantaranya disparitas. Ketidakadilan menjadi salah satu alasan besar mahasiswa melakukan demonstrasi. “Keadilan ini merupakan nilai-nilai yang tidak bisa dikuantifikasi, oleh karena itu harus diperjuangkan”, ujar Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat memberi paparan dalam acara Silaturahmi Pangdam V Brawijaya dengan Ketua dan Sekretaris Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Negeri/Swasta dan Sekolah Tinggi Se-Jawa Timur di Balai Prajurit Kodam V Brawijaya, Selasa (23/02).

Dalam membangun nilai-nilai ini, Pakde Karwo mengingatkan pentingnya konsep pembangunan partisipatoris, dimana proses perumusan kebijakannya melibatkan semua pemangku kepentingan. Salah satu caranya, menghidupkan lagi budaya Udhar Gelung atau Rembug Warga. Budaya rembug warga di ruang publik ini sangat penting untuk menampung aspirasi masyarakat. “Ruang publik dibangun dalam rangka membangun nilai, keadilan”, ujarnya.

Menurutnya, ketimpangan di Jatim relatif rendah. Hal ini terlihat dari indeks GINI ratio Jatim pada Tahun 2014 sebesar 0,37%, lebih rendah dari nasional yang sebesar 0,41%.

Ia menambahkan, Jatim sebagai center of gravity, memiliki posisi strategis dalam perdagangan nasional. Pada Tahun 2015, perdagangan dalam negeri Jatim tercatat sebesar 99,831 Triliun Rupiah. Tak hanya itu, pada tahun 2015, produksi beras di Jatim surplus 4,94 juta ton dan jagung surplus 3,4 juta ton. Selain itu, produksi 22% daging sapi nasional, 25% telur nasional, dan 53% susu nasional berasal dari Jatim. “Ini yang disebut inklusif, dimana pertumbuhan naik tapi tingkat kemiskinan turun, dimana pada Tahun 2015 angka kemiskinan di Jatim turun menjadi 12,28% atau 4,77 juta jiwa”, tambahnya.

Gubernur Jatim Dr H Soekarwo Menjawab Pertanyaan dari Mahasiswa

Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo Menjawab Pertanyaan dari Mahasiswa di Acara Silahturahmi Pangdam V Brawijaya dengan Ketua dan Sekretaris BEM Perguruan Tinggi Negeri,Sekolah Tinggi atau Swasta Se Jatim di Balai Prajurit Kodam V Brawijaya

Pada kesempatan itu, Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Sumardi menyampaikan bahwa saat ini kita sedang mengalami proxy war, dimana ancaman tidak hanya dari segi militer tetapi juga ideologi, termasuk di dalamnya politik, ekonomi, sosial dan hankam. Ancaman ini melalui sistem IT yang canggih serta kemajuan teknologi dan informasi. Selain itu, Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah terhasut dengan paham radikalisme. “Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa merupakan tokoh yang berperan penting. Idealisme kalian masih murni, sehingga jangan sampai terpengaruh oleh paham-paham seperti radikalisme dan terorisme”, ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Anton Setiadji menyampaikan, bahwa peredaran narkoba di Jatim adalah terbesar kedua di Indonesia. Ia menghimbau kepada semua elemen untuk saling mendukung dalam mencegah peredaran narkoba, terutama dari kalangan mahasiswa. Tak hanya itu, ia menghimbau pada mahasiswa untuk dapat menyampaikan aspirasi dengan baik dan tertib. “Kami polisi tidak pernah melarang untuk demonstrasi, tetapi harus ada izinnya dan tidak anarkis, semua harus dilakukan sesuai aturan”, ujarnya.

Acara yang juga dihadiri oleh Ketua DPRD Jatim, Halim Iskandar, Kasdam V Brawijaya, Brigjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, perwakilan dari Koarmatim dan perwakilan Kejati ini dihadiri oleh sekitar 550 Ketua/Sekretaris BEM dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri/Swasta dan Sekolah Tinggi di Jatim. Dalam acara ini, perwakilan dari beberapa BEM yakni Universitas Airlangga, Universitas Merdeka Surabaya, dan Universitas Islam Lamongan mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya terhadap Gubernur, Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim. (Humas Setdaprov. Jatim)

post-top-smn

Baca berita terkait