Sunday, 20 September 2020

Pakde Karwo Bangga PT Inka (Persero) Tembus Pasar Ekspor

post-top-smn
Gubernur Jatim Bersama Menkeu RI, MenPAN RB RI dan Menteri Perdagangan RI Di Depan Gerbong Kereta Api Terakhir Gelombang Pertama Produksi PT INKA Yang Akan Diekspor Ke Bangladesh

Gubernur Jatim Bersama Menkeu RI, MenPAN RB RI dan Menteri Perdagangan RI Di Depan Gerbong Kereta Api Terakhir Gelombang Pertama Produksi PT INKA Yang Akan Diekspor Ke Bangladesh

Surabaya, SMN – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo mengaku sangat bangga terhadap PT Industri Kereta Api (INKA) Persero yang berlokasi di Madiun, Jatim dapat menembus pasar global sekaligus mampu mengekspor produk dalam negeri ke Bangladesh.

“Prestasi ini sangat membanggakan dan membawa semangat baru bagi BUMN lainnya untuk meningkatkan kinerja. Dalam waktu dekat kami akan mengusulkan dan membuat surat kepada Menteri Perdagangan dan Menteri Keuangan agar kereta barang dan orang bisa di produksi di dalam negeri,” ungkapnya saat menghadiri pelepasan ekspor tahap pertama gerbong Kereta Api (KA) ke Bangladesh di Terminal Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (31/3).

Ia menjelaskan, alasan untuk memproduksi kereta barang dan orang dilakukan di dalam negeri karena akan memberikan efek positif bagi industri dalam negeri. “Kereta barang dan orang harus di produksi dalam negeri. Jangan mengimpor produksi dari luar negeri. Akan tetapi, pemerintah harus memprioritaskan sekaligus memanfaatkan produksi dalam negeri,” ungkapnya.

Dihadapan Menkeu dan Mendag, Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Soekarwo tersebut berkomitmen serta mendukung penuh kepada PT Inka agar dapat memproduksi Kereta Api dari seluruh penjuru Indonesia di Jatim terutama di Madiun.

Sementara itu, terkait peluncuran program Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor (KURBE) Pakde Karwo berharap, agar skema pembiayaan murah terus diberikan oleh pemerintah pusat kepada UMKM.

“Saya mendukung penuh produksi kereta api di PT. Inka. Kegiatan ini merupakan keputusan yang tepat dan luar biasa. Industri sudah ada, pasar sudah banyak. Saya kira sikus dari industri bersama pasar sudah ada. Tinggal, pemberian pembiayaan murah yang akan terus di dorong. Jika kondisi tersebut terus terjaga, akan menaikkan PDRB Jatim dari segi Manufacturing dari sekitar 29,75 persen naik menjadi 30 persen lebih,” imbuhnya.

Menteri Keuangan RI Bambang Brojonegoro mengatakan, bahwa ekspor kereta Indonesia ke Bangladesh merupakan upaya deversifikasi ekspor baik dalam bentuk produk maupun tujuan. Salah satu contohnya, produk gerbong kereta bukan merupakan produk yang biasa di ekspor oleh Indonesia. “Saya bangga, PT INKA mampu membuktikan bahwa sebagai BUMN mampu memproduksi produk yang kompetitif. Kami melihat ini merupakan moment yang bagus dalam mengekspor produk dengan tujuan yang baru,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa kegiatan ekspor ini akan merupakan bagian dari paket kebijakan pemerintah ke XI dengan di luncurkannya KURBE. KURBE ini sama halnya dengan KUR lainnya dengan bunga 9 persen/tahun. Akan tetapi, perbedaanya adalah pemberian kredit ini diberikan kepada Usaha Kecil Menengah yang terlibat langsung dalam kegiatan ekspor.

Sementara itu, Menteri Perdagangan RI Thomas Lembong mengatakan, kegiatan ekspor ini merupakan bentuk nyata Team Work dari Kabinet Kerja di bidang ekonomi. Presiden selalu menekankan, bahwa ekspor tidak hanya tugas dari Menteri Perdagangan melainkan tugas dari semua elemen yang terlibat.

Mendag sependapat dengan Pakde Karwo bahwa skema pembiayaan ekspor menjadi hal penting. “Jadi prakarsa dari Menkeu dan EXIM Bank sangat penting dalam mendongkrak daya saing hingga mengembangkan produk baru. Ini membuka peluang bisnis yang sangat luar biasa. Pendanaan menjadi aspek yang sangat penting,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 150 gerbong kereta api akan dikirim ke Bangladesh melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Untuk tahap awal, akan dikirim sebanyak 15 gerbong kereta api. Pengiriman dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun ini. Seluruh gerbong tersebut merupakan produksi dalam negeri yang dilakukan oleh PT Industri Kereta Api Persero atau (PT. INKA). (*)

post-top-smn

Baca berita terkait