Thursday, 24 September 2020

Pakar Radikalisme: Waspadai Gerakan Radikalisme Sasar Mahasiswa

post-top-smn
Ilustrasi Radikalisme

Ilustrasi Radikalisme

Jatim, SMN – Pakar radikalisme dan Guru Besar bidang ilmu sosial Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Prof Masdar Hilmy menyatakan masyarakat terutama para orang tua perlu mewaspadai gerakan radikalisme yang kini sudah menyasar kalangan intelektual yakni mahasiswa.

Ia menjelaskan berdasarkan penelitian dan hasil pengamatan yang dilakukannya gerakan radikalisme lebih sering menyerang mahasiswa di universitas umum dengan jurusan eksakta, seperti Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi.

“Mahasiswa eksakta di universitas umum lebih mengandalkan ilmu logika dalam setiap memutuskan segala hal, kalau di UIN yang sudah sering diberi wawasan tentang madzab dalam Islam maka akan lebih bisa mengambil keputusan tentang tawaran bergabung gerakan radikalisme,” katanya usai dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-50 UINSA, Rabu (6/4)di Auditorium kampus setempat.

Dirinya menjelaskan gerakan radikalisme umumnya dimotori oleh kelompok yang jarang tersentuh oleh kebijakan pemerintah. Hal tersebut yang menjadi pemicu radikalisme, tidak adanya persamaan persepsi antara kebijakan dengan kelompok atau golongan, adanya dorongan rasa ingin tahu tanpa diimbangi perhatian dari orang tua  mahasiswa.

“Gerakan radikalisme yang lebih sering ditujukan pada mahasiswa karena masa itulah sering terjadi pemberontakan dalam diri untuk memenuhi kebutuhan dan tidak stabilnya emosi mahasiswa serta keluarga yang tidak ada perhatian sekaligus lingkungan yang tidak Islami,” ungkap pria lulusan The University of Melbourne Australia itu.

Menurutnya penanggulangan radikalisme tidak bisa dilakukan dengan cara represif, hal ini justru menambah persoalan baru. Pendekatan yang dapat ditempuh secara terstruktural melalui bidang ekonomi, budaya dan politik. “Fokus penelitian tentang radikalisme yang saya lakukan menggunakan teori modus produksi dengan pendekatan pada bidang politik, budaya dan ekonomi karena bidang inilah yang dekat dengan masyarakat,” terangnya.

Selain itu, program deradikalisasi dapat dilakukan melalui dua program utama diantaranya pendekatan humanis dan pemulihan kondisi struktural yang mencakup program inklusi sosial ekonomi di kalangan umat islam. Lebih dari itu, deradikalisasi juga harus melibatkan seluruh elemen masyarakat terutama ormas keagamaan moderat seperti NU, Muhammadiyah dan MUI. (kominfo jatim)

post-top-smn

Baca berita terkait