Tuesday, 27 October 2020

Ormas Ngawi Demo Pelaksana Tol

post-top-smn
Demo massa atas kerusakan jalan  akibat pembangunan tol

Demo massa atas kerusakan jalan akibat pembangunan tol

Ngawi, SMN – Banser Anshor NU Kabupaten Ngawi mengusung massa untuk mmeprotes pelaksana pembangunan jalan tol Kertosono-Solo, Selasa pagi (14/3). Pasalnya, mereka menganggap pelaksana pembagunan jalan tol tak mampu mengantisipasi dampak kerusakan jalan akibat beban berat lalu lalang kendaraan pengangkut material dan urugan untuk pryek tersebut. “Akibatnya jalan-jalan di Ngawi baik akses jalan antara desa, antar kecamatan sampai jalan nasional yang melintas daerah Ngawi rusak, berlubang dan makan korban,” ujar Mamang Budi Santoso, koordinator lapangan aksi demo ini.

Pembangunan jalan tol Kertosono-Solo yang juga melintas Kabupaten Ngawi membuat arus lalu lintas kendaraan berat juga meningkat pesat dalam dua tahun terakhir. Akibatnya, beban kendaraan berlebihan dan jalan-jalan di Kabupaten Ngawi ikut rusak karena banyaknya truk material yang lalu lalang. Rusaknya jalanan di wilayah Ngawi telah menelan nyawa tak sedikit  dan hal inilah yang membuat Banser NU memberikan aksi keprihatinannya . Mereka pun turun ke jalan dan meminta pelaksana pembangunan jalan tol untuk memperhaikan hak warga Ngawi memiliki jalan yang mulus dan kondisinya bagus. “Banyak nyawa telah melayang akibat lubang jalan, siapa yang bertanggung jawab,” ujar Ali, salah satu demonstran.

Banser Anshor melakukan aksinya dengan konvoi dari Ngawi kota ke kantor PT Waskita Karya yang ada di Kecamatan Widodaren. Selaku BUMN pemenang tender lelang proyek triliunan rupiah ini, BUMN tersebut diminta bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi dan melakukan perbaikan jalan terdampak.

Perwakilan demonstran diterima Setianto Nugrohohadi, pelaksana lapangan PT Waskita. Setelah berdialog, terjadi kesepakatan antara pelaksana tol dan perwakilan pendemo untuk melakukan perbaikan jalan rusak akibat dampak pelaksanaan pembangunan jalan tol. “Kita akan laksanakan perbaikan jalan-jalan terdampak namun menunggu pelaksanaan pembangunan jalan tol mencapai tahap 80 persen lebih,” ujar Setianto.

Para pendemo akhirnya bubar dengan tertib namun berjanji akan terus menagih janji PT Waskita dan akan melakukan aksi demo dengan massa lebih besar bila tuntutan mereka diabaikan. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait