Wednesday, 30 September 2020

Oknum Dosen dan Mahasiswi Terjaring Razia Molimo Polres Probolinggo

post-top-smn
Ilustrasi

Ilustrasi

Probolinggo, SMN – Oknum Dosen dan Mahasiswi terjaring razia Molimo yang digelar Polres Probolinggo di sebuah hotel kelas melati, hari Sabtu malam (2/4). Tidak hanya itu, ada tiga pasangan gelap lain yang bukan berstatus suami istri dan 6 pasang lagi ikut terjaring menjadi sasaran operasi.

Dalam operasi yang dimulai sejak pukul 20:00 WIB tersebut, Satsabhara Polres Probolinggo langsung bergerak ke hotel Srikandi Kraksaan. Di hotel melati ini, petugas mendapati HS (40), warga Desa Sumber Katimoho Kecamatan Krejengan dan FF (22), warga Tlogosari Kabupaten Bondowoso di dalam kamar 26.

Saat di introgasi petugas, HS, mengakui FF sebagai istrinya. “Dia istri saya, saya juga dosen,” kata HS kepada petugas. Namun, setelah diteliti kartu identitas keduanya berbeda. Dalam kartu tanda penduduk (KTP) berstatus kawin dan pegawai negeri sipil (PNS) di Kementrian Agama. Sementara, FF belum menikah dan merupakan mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Probolinggo.

Petugas pun tak bergeming, selain terlihat sejumlah pasangan berusaha mengelak, tanpa ampun petugas langsung menggiring mereka ke unit mobil Satsabhara.

Petugas kemudian bergeser melanjutkan operasi menuju hotel Saragih Kraksaan. Disini petugas hanya mendapati kamar hotel yang telah kosong. Sementara di hotel Mawar Paiton, petugas mendapati tiga pasangan bukan suami istri di dalam kamar. Ketiga pasangan ini, diduga pasangan selingkuh.

Tak hanya hotel, kafe remang-remang pun tak luput dari razia. Seperti yang dilakukan di warung Indah di Desa Kebonagung Kraksaan. Di tempat tersebut, petugas berhasil mengamankan milik warung, dua pramusaji dan tiga pria pengunjung warung. Selain itu juga menyita puluhan botol minuman beralkohol.

“Sesuai perintah Kapolres, razia kami galakkan untuk memberantas molimo. Kami berhasil mengamankan beberapa pasangan bukan suami istri di dalam hotel. Serta merazia kafe remang-remang,” jelas Kasatsabhara Polres Probolinggo AKP. Istono kepada sejumlah wartawan.

Para pelaku dan barang bukti minuman keras langsung digelandag ke Mapolres Probolinggo. Akibat perbuatan yang dilakukan pelaku diancam dengan pasal KUHP tentang pidana ringan dengan hukuman penjara selama tiga bulan.(sjp)

post-top-smn

Baca berita terkait