Thursday, 29 October 2020

Nusantara Bersatu, Menjaga Indonesia

post-top-smn
Bupati Blitar, H.Rijanto saat kegiatan apel Nasional Nusantara Bersatu di Alun-alun Kota Blitar

Bupati Blitar, H.Rijanto saat kegiatan apel Nasional Nusantara Bersatu di Alun-alun Kota Blitar

Kab. Blitar, SMN – Rabu, 30 Nopember 2016, di seluruh pelosok tanah air menggelar Apel nasional Nusantara Bersatu, termasuk di Blitar Raya. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Peserta apel yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat mulai dari pelajar/mahasiswa, tokoh lintas agama, budayawan, pejabat publik, anggota TNI/POLRI dan lain sebagainya berkumpul di Alun-alun Kota Blitar. Dengan menggunakan ikat kepala merah putih, peserta apel nusantara bersatu ini nampak antusias menyambut orasi para pejabat publik antara lain; Bupati Blitar, Walikota dan Wakil Walikota Blitar, Anggota Forpimda serta seluruh pejabat di Blitar Raya. Dalam orasi tersebut ditegaskan, seluruh masyarakat Indonesia harus menjaga NKRI. Indonesia terbentuk berasarkan kebhinekaan (keberagaman). Atau dengan kata lain kebinekaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ditegaskan pula, semua elemen harus bersatu padu kendati dari beragam suku, agama, budaya. Masyarakat Indoensia tidak boleh melupakan sejarah. Para pahlawan telah berjuang demi kejayaan Indonesia.

  1. Zamroji dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa Blitar tidak membutuhkan Superman namun super team dari semua unsur, sehingga negara ini bisa kuat, tangguh.

Sementara itu, Bupati Blitar, H.Rijanto saat diwawancarai oleh media massa menegaskan, seluruh masyarakat harus menjaga NKRI, menjaga kebhinekaan (keberagaman). Negara dan Blitar khususnya harus kondusif. Terkait rencana aksi unjuk rasa 2 Desember 2016 di Jakarta, orang nomors atu di Kabupaten Blitar ini mengungkapkan, aksi unjuk rasa sah-sah saja selama santun, tidak anarkhis. Para PNS juga dihimbau agar tidak ikut terlibat pada aksi 2 Desember 2016 tersebut. Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berlangsung dengan optimal. Mengingat PNS adalah abdi masyarakat.

Dalam kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.00 WIB sampai 09.00 WIB tersebut juga menampilkan berbagai atraksi budaya nusantara seperti tarian tradisional dan marching band oleh pelajar dari Kota Blitar. Juga atraksi dari Batalyon Infanteri 511/Dibyatara Yudha (Yonif 511/DBY) dan anggota Polres Blitar. Selain itu, para seniman, budayawan juga membacakan puisi yang isinya mengobarkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebelumnya, seperti diketahui, pada Jumat, 25 Nopember 2016 di Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro digelar Rakor MUI dan Forpimda yang juga dihadiri oleh pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar. Dalam rakor tersebut juga ditegaskan tentang komitmen MUI untuk menjaga NKRI, Pancasila dan Kebhinekaan Tunggal Ika. Rakor ini sebagai tindak lanjut Rakernas II di Jakarta oleh MUI Pusat. Rakernas tersebut digelar karena mencermati perkembangan situasi kebangsaan akhir-kahir ini yang mengarah pada instabilitas nasional, keretakan bangsa dan suasana saling curiga yang dapat menimbulkan kesalahpahaman diantara keluarga. Untuk itu, MUI komitmen terhadap kebangsaan, komitmen terhadap pemerintahan yang konstitusional, memelihara keutuhan NKRI, dan menjaga kebhinekaan dari segala bentuk ancaman, baik yang datang dari dalam maupun luar.(hms/adv/mam)

post-top-smn

Baca berita terkait