Friday, 2 October 2020

NU Jatim Gelar FGD Kaji Pengembangan Sekolah Inklusi

post-top-smn

nu-jatim

Surabaya, SMN – Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur melalui Lembaga Pendidikan (LP) Maarif menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Waru Sidoarjo. Kegiatan yang diikuti oleh 43 pengurus cabang Ma’arif NU se-Jawa Timur ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi para siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Ketua Panitia FGD Hanun Asrohah mengatakan, pendidikan inklusi membutuhkan perhatian khusus. LP Maarif Jawa Timur yang menaungi ratusan sekolah di berbagai daerah berupaya untuk turut aktif melakukan pengembangan dan kerjasama. Maarif berkomitmen menjadi garda depan untuk melindungi dan memberikan pendidikan untuk siswa ABK. “Banyak sekolah Ma’arif yang memiliki siswa ABK. Agar seluruh siswa inklusi mendapatkan pendidikan yang sama serta tidak menjadi beban bagi orang tua dan masyarakat, Ma’arif perlu menangani ABK dengan pendidikan Inklusi,” terangnya, Minggu (9/10). Selain FGD, sambung Hanun, pihaknya juga akan melakukan pemetaan potensi pendidikan, sosialisasi pendidikan inklusi di lingkungan Ma’arif, launching majalah Ma’arif, sosialisasi BPJS dan persiapan jelajah santri di Bangil. Tak kalah serunya, acara tersebut sekaligus meluncurkan buku antalogi sajak dan puisi dengan tema “Hari Santri” yang ditulis oleh Ketua LP Ma’arif NU Jatim. “Kegiatan ini sekaligus memaksimalkan peluang-peluang kerjasama yang ada agar tertata dengan baik secara dalam negeri dan luar negeri. Karena banyak bantuan-bantuan yang harus kita respon dengan baik demi kelancaran harapan PW Ma’arif, karena akan ada kerjasama dari luar negeri (UNICEF) dan juga dengan Pemprov Jawa Timur,” tutupnya. (luk/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait