Wednesday, 28 October 2020

Ngawi Terima Kucuran Jalin Matra Rp 2,469 Miliar

post-top-smn
Nurul Muntasyiroh menerangkan program Jalin Matra dalam sosialisasi di Kabupaten Ngawi

Nurul Muntasyiroh menerangkan program Jalin Matra dalam sosialisasi di Kabupaten Ngawi

Ngawi, SMN – Kemiskinan masih menjadi salah satu hal yang disoroti di Ngawi. Hal ini juga terbukti dengan turunnya dana miliaran rupiah dari Pemprov Jawa Timur ke Kabupaten Ngawi, ditambah dengan dialokasikannya dana APBD Ngawi dalam kepentingan serupa. Dana miliaran rupiah tersebut dikucurkan ke Ngawi dalam program Jalan Lain Menuju Masyarakat Mandiri Sejahtera (Jalin Matra).

Sosialisasi program Jalin Matra dilakukan di Ngawi pada Kamis, (6/4) dengan dihadiri kades dari 40 desa penerima program, fasilitator program, camat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi dan dibuka Asisten I Pemkab Ngawi, Anwar Rifai. “Kami harapkan adanya program Jalin Matra ini akan semakin mengurangi angka kemiskinan yang ada di Ngawi,” ujar Anwar Rifai.

Program Jalin Matra tahun 2017 ini tersebar di 40 desa pada 15 kecamatan, dengan bentuk kegiatan meliputi Program Feminisasi Kemiskinan (PFK) sebanyak 27 desa, Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin (BRTSM) sebanyak 3 desa dan Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2) sebanyak 10 desa. Sosialisasi juga menghadirkan Nurul Muntasyiroh, Kasie Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur. “Ngawi mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 2.469.875.000,” kata Nurul Muntasyiroh.

Kabupaten Ngawi sendiri juga memberikan dana matching grand sebesar Rp 620 juta untuk program Jalin Matra sub program PK2 dan diberikan pada 8 desa di 6 kecamatan. Jalin Matra sub program PK2 khususnya, membantu Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dalam hal ini memberikan bantuan permodalan pinjaman ringan pada kelompok masyarakat sesuai data yang ada di Pengolahan Basis Data Terpadu (PBDT) tahun 2015 yang dikeluarkan Tim Nasional Penanggulangan dan Pengentasan Kemiskinan (TNP2K). “BUM Desa diringankan dengan adanya bantuan permodalan ini sehingga dapat digulirkan ke kelompok masyarakat dan bukan untuk hal konsumtif melainkan untuk usaha,” ungkap Nurul.

Fasilitator Kabupaten (Faskab) PK2 sedang menerangkan teknis programnya

Fasilitator Kabupaten (Faskab) PK2 sedang menerangkan teknis programnya

Sementara untuk BRTSM diarahkan membantu rumah tangga miskin sesuai data PBDT 2015 agar dapat mandiri dan mengembangkan usahanya. Wujudnya berupa hibah dana untuk modal usaha saja. Program PFK hampir sama dengan BRTSM, namun bedanya sasarannya adalah kepala rumah tangga perempuan dan bantuan hibah diwujudkan modal usaha dan sekitar 10 persen dibolehkan untuk menunjang kebutuhan dasar. “Program Jalin Matra ini sudah beberapa tahun berjalan dan selama ini di Ngawi pelaksanaannya lancar dan sesuai prosedur, kami harap tahun 2017 ini pun demikian pula adanya,” pungkas Nurul. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait