Wednesday, 21 October 2020

Ngaku Dapat Perintah Bupati, Oknum Wartawan SKM Metronews Diduga Tipu Sekolah dan Kades

post-top-smn

oknum wartawan Jember, SMN – Oknum wartawan Surat Kabar Mingguan (SKM) Metronews yang mengaku mendapatkan perintah dari Bupati Jember diduga menipu sejumlah lembaga pendidikan dan sejumlah Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Jember.

Hal ini terungkap saat oknum tersebut mendatangi SMA Negeri 1 Jember dan menawarkan pemuatan pemberitaan advertorial kepada pihak sekolah, namun dari gelagat yang kurang baik tersebut dan mungkin sudah dicurigai pihak sekolah, oknum tersebut sempat melarikan diri dengan menggunakan mobil otobus New Avanza tahun 2014 warna putih, bernopol N 561 YK.

Pimpinan Perusahaan SKM Metronews Surabaya, Adi Wijaya kepada sejumlah media saat dikonfirmasi membernarkan jika oknum yang bernama Anton Nugroho itu memang wartawan Metronews tapi untuk wilayah Lumajang.

“Namun yang bernama Jonathan itu sudah kami stop press, sejak beberapa bulan yang lalu. Dan wartawan saya yang baru untuk Jember bernama Rozik,” kata Adi saat dihubungi melalui telponnya, Senin (20/3) siang.

Adi juga sangat berterima kasih kepada teman-teman media yang ada di Jember yang sudah memberikan informasi kepada pihaknya atas perbuatan yang sudah dilakukan oleh wartawannya tersebut.

“Yang jelas kami akan memanggil Nugroho, dan kami juga akan mintai pertanggungjawaban atas apa yang sudah dilakukannya dilapangan kepada narasumber,” bebernya.

Dari informasi yang didapatkan, bahwa kedua oknum tersebut meminta pemuatan pemberitaan advertorial kepada narasumbernya berkisar antara Rp 1,5 juta – Rp 3 juta.

Seperti Kades Pancakarya, Agus Salim, juga pernah menyampaikan kepada awak media bahwa dirinya sempat ditawari pemuatan pemberitaan advertorial tentang kegiatan desanya dengan membayar Rp 1,5 juta.

“Tapi saya belum sempat membayar kok, sebab biaya segitu kami rasa sangat besar, maka dari itu kami memohon pertimbangan dari teman-teman kantor. Dan pemasangan tersebut sempat kami urungakan pada akhirnya,” kata Agus Salim, beberapa waktu yang lalu.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Jember, Dora Indriana kepada sejumlah media mengatakan jika hal tersebut belum sempat dilakukan pembayaran ataupun akad pemasangan antara mereka.

“Kasihan kepada pihak sekolah yang sudah terlanjur membayar namun pemberitaannya tak kunjung ditayangkannya. Penuturan dari kawan saya, mereka berdua itu datang atas perintah Bupati Jember, tapi kalau disini tadi bilang kalau korannya selalu dibaca Bupati Jember,” jelas Dora.

Dora menerangkan kalau operasi mereka itu tidak hanya di wilayah kota Jember saja, namun juga beroperasi di wilayah luar kota seperti Sekolah di Ambulu.

Hal dugaan yang dilakukan kedua oknum wartawan tersebut dapat dijerat dengan pasal 372 jo 378 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun. (atk)

post-top-smn

Baca berita terkait