Monday, 30 November 2020

Nenek Miskin Diduga Menderita Kanker, Dievakuasi dari Rumahnya

post-top-smn
Petugas mengevakuasi Mbah Paniyem

Petugas mengevakuasi Mbah Paniyem untuk dibawa ke puskesmas

Ngawi, SMN – Nasib pahit dialami Mbah Paniyem, 88 tahun, warga Desa Mendiro Kecamatan Ngrambe. Di usianya yang sudah uzur, nenek ini hidup dalam kemiskinan dan menderita penyakit parah diduga kanker, pada wajahnya. Bola matanya sudah hampir habis digerogoti penyakit berikut badannya tinggal tulang berbalut kulit. Keluarganya pun kehabisan biaya untuk mengobatkannya sehingga akhirnya hanya dirawat di rumah.
Rumah berdinding bambu yang dihuni Mbah Paniyem merupakn tempatnya membesarkan keempat anaknya sampai mereka menikah dan memiliki keluarga sendiri di desa lain. Nenek ini tinggal sendiri dan luka di wajahnya menebarkan aroma tak sedap. Warga sekitarnya sudah berusaha menolong namun tak tahan dengan bau tak sedap yang keluar dari luka Mbah Paniyem, sehingga bila memberi makanan hanya mereka letakkan saja .
Penyakit Mbah Paniyem sudah menggerogoti tubuh rentanya sejak lima tahun lalu. Berawak dari sebuah benjolan kecil seperti tahi lalat di dahinya, ternyata makin membesar bahkan membusuk. Anak-anaknya yang juga hidup serba pas-pasan berusaha membawanya berobat ke Solo dengan berbekal kartu BPJS. Namun selama dalam perawatan luka itu tak kunjung sembuh sampai anak-anaknya kehabisan biaya dan tak sanggup lagi membawanya ke rumah sakit. “Kami tak berdaya, sudah kehabisan biaya dan Menurut salah satu tetangganya, mereka sering iba mendengar Mbah Paniyem tiap malam menangis kesakitan. Namun banyak yang tidak berani mendekat karena wajah Mbah Paniyem sudah hampir habis digerogoti penyakit. Dengan bergotong royong mereka pun berusaha menghubungi Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Ngrambe untuk mengevakuasi Mbah paniyem pada 22 April lalu dari rumahnya. Mereka mengantarkan petugas menuju rumah Mbah Paniyem dan melihat dengan rasa iba dan haru melihat nenek renta itu dibawa petugas ke Puskesmas. “Kami selama ini sedih namun juga maklum karena kondisi anak-anaknya juga bukan orang berkecukupan, semoga segera dirawat dan pemerintah ikut membantu,” ungkap Tomo, salah satu tetangga Mbah Paniyem. (ari)
post-top-smn

Baca berita terkait