Tuesday, 1 December 2020

MUI Kabupaten Probolinggo Kecam Oknum Guru Cabuli Siswi MTs

post-top-smn
Ilustrasi Pencabulan

Ilustrasi Pencabulan

Probolinggo, SMN – Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo mengecam keras aksi pencabulan terhadap siswi MTs di Pajarakan yang dilakukan seorang oknum guru berstatus pegawai Pemkab Probolinggo.

MUI Probolinggo mendesak kepada polisi agar pelaku di hukum berat.

“Aparat hukum harus tegas. Pelakunya harus dihukum berat, karena itu menyangkut masa depan anak bangsa. Di samping itu untuk preventif, kontrol keluarga dan kontrol sosial masyarakat harus terus ditingkatkan,” kata Yasin, sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo, (17/3).

Yasin menilai perbuatan tidak senonoh seperti itu sudah menjadi niatan oknum guru tersebut. Selain memalukan institusi pendidikan MTS, membuat traumatik siswi yang menjadi korban asusila.

“Dan soal niat itu urusan hati yang kendalinya adalah Iman. Dalam hal ini, dakwah Islam harus terus ditingkatkan, utamanya kepada orang-orang yang masih mempunyai sifat kotor,” ungkap Yasin.

Maka dari itu, pihak MUI meminta kepada aparat penegak hukum memberikan efek jera kepada oknum guru itu dengan Undang-undang dan pasal yang berlaku. Perbuatan tidak senonoh itu telah mencoreng martabat Islam.

“Ini tidak boleh dibiarkan, dan ini harus dijadikan cerminan agar masyarakat hendaknya ekstra hati-hati memantau putra-putrinya,” tutup Yasin.

Penyidik sudah menghadirkan pelaku Norahman (41) oknum guru yang berstatus PNS Pemkab Probolinggo untuk diperiksa sebagai saksi.

Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Mobri Cardo Panjaitan mengaku kasus pencabulan siswi masih dalam tahap pemeriksaan baik saksi pelapor maupun saksi terlapor.

“Kasus ini masih dalam proses pemeriksaan unit PPA. Sudah tentu jika memenuhi syarat hukum pelaku kami tetapkan sebagai tersangka dengan ancuan UU no. 35 tahun 2014,tentang perlindungan anak,” kata AKP Mobri, Kamis (17/3). (krm)

post-top-smn

Baca berita terkait