Wednesday, 30 September 2020

Mobil Sapu Angin ITS Siap Adu Cepat di London

post-top-smn
Mobil Sapuangin

Mobil Sapu Angin ITS

Jatim, SMN – Mobil Sapu Angin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang awal Maret lalu berhasil menjadi juara satu dalam ajang Shell Eco Marathon (SEM) Challenge Asia 2016 di Filipina, kini siap untuk adu cepat pada lintasan di Stadion Olympic di ajang Drivers World Championship (DWC), London, pada 30 Juni – 3 Juli 2016 mendatang.

Pada ajang yang diadakan kali pertama sejak 30 tahun diselenggarakannya SEM, para juara dari tiga benua, yakni Asia, Eropa, dan Amerika akan diadu tidak hanya pada konsumsi penggunaan bahan bakar yang irit, tapi juga diadu kecepatannya. Asia diwakili oleh lima tim, yakni dari Indonesia, Singapura dan Filipina. Dari Indonesia diwakili oleh tiga tim dari ITS, Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

“Keberangkatan tim ini bukan hanya atas nama ITS, tapi juga atas nama bangsa Indonesia dan juga Benua Asia, karena keberangkatan tim ini juga mewakili negara-negara di Asia secara keseluruhan,” ujar Rektor ITS, Prof Joni Hermana saat melepas tim di Rektorat ITS, Kamis (23/6).

Manager Tim Sapu Angin ITS, Rizkiardi Wilis Prakoso, mengatakan, selama sebulan terakhir sebelum keberangkatan telah dilakukan beberapa perbaikan pada mesin untuk meningkatkan performa, antara lain pengaturan mesin, penyesuaian transmisi, dan meningkatkan kinerja sistem pengereman.  “Perbaikan teknis ini untuk memastikan mobil kami bisa lolos pada technical inspection, sebagai syarat wajib sebelum terjun ke sirkuit,” tuturnya.

Selain perbaikan teknis, lanjut Wilis, timnya juga menyiapkan perbaikan pada non teknis seperti menyeleksi ulang pengemudi yang akan mengendarai dan membangun kekompakan tim. Saat ini, mobil Sapu Angin XI (generasi 11) yang akan berlaga sudah diberangkatkan menuju London sejak 10 Juni lalu. Sedangkan anggota tim baru akan berangkat pada 26 Juni mendatang.

Dijelaskan Wilis, perbedaan mendasar dengan kejuaraan SEM di Filipina, selain adu cepat, pada kejuaraan di London juga dinilai penggunaan bahan bakar. Di London nanti, penggunaan bahan bakar dibatasi, lalu mobil diadu cepat dalam lintasan, di mana posisi start dan jumlah bahan bakar yang diberikan bergantung pada hasil kualifikasi.

“Usai melakukan beberapa perbaikan kami juga harus menguji keandalan mobil, baik dalam penggunaan  bahan bakar maupun capaian kecepatan. Kami akan menyimulasikan kondisi sirkuit di London dengan kondisi saat uji coba di sini,” jelas mahasiswa jurusan Teknik Mesin ini.

Secara teori, menurut Wilis, konsumsi bahan bakar yang pernah dicapai pada saat di Filipina masih bisa ditingkatkan lagi. Hal tersebut karena kondisi di London yang relatif dingin, sehingga konsumsi bahan bakarnya pun bisa lebih irit. “Soal kecepatan kami masih harus mengintip tim-tim lain dari Amerika dan Eropa,” ungkapnya. Kecepatan yang selama ini dicapai mobil Sapu Angin ini bisa mencapai rata-rata 70 km per jam dengan konsumsi bahan bakar 250 km per liter. (luk/kominfojatim)

post-top-smn

Baca berita terkait