Saturday, 26 September 2020

Minim Puso, Asuransi Pertanian Kurang Diminati Petani

post-top-smn
Ilustrasi - Petani

Ilustrasi – Petani

Jatim, SMN – Program asuransi pertanian yang digagas pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kemtan) untuk mengatasi gagal panen (puso) ternyata hingga kini kurang diminati petani. Hal itu diketahui dari luas lahan pertanian yang diasuransikan masih jauh lebih rendah dari target yang ditetapkan pemerintah.

“Kami menargetkan tahun ini dapat mengasuransikan sawah petani seluas 700 ribu hektare (ha). Hingga awal September 2016, realisasi lahan pertanian padi yang sudah diasuransikan baru sekitar 375 ribu ha atau 53,57 persen dari target,” kata Direktur Pembiayaan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kemtan, Mulyadi Hendrawan, Rabu (5/10).

Menuruntya, realisasi asuransi pertanian masih separuh dari target karena masih banyak petani yang belum tertarik mengasuransikan lahan pertaniannya. Sebab, lanjut dia, ada sebagian lahan pertanian yang jarang mengalami gagal panen, sehingga petani enggan mendaftarkan diri.

Selain itu, banyak petani padi selama ini mendapat kemudahan dari pemerintah baik dari sisi peralatan pertanian, bibit dan dukungan pembiayaan. “Jadi ada petani yang merasa berat membayar premi dan belum yakin betul mengasuransikan lahannya karena mungkin jarang mengalami gagal panen,” ungkapnya.

Ia membantah rendahnya minat petani padi ikut asuransi pertanian, karena adanya pemotongan anggaran tahun ini. Menurutnya, pemotongan anggaran hanya difokuskan pada perjalanan dinas saja dan tidak untuk anggaran yang sudah ada kontraknya. Karena itu, ia menegaskan anggaran asuransi pertanian tidak mengalami pemotongan pada tahun ini.

Kendati realisasi lahan yang diasuransi tahun ini jauh dari target, tapi Mulayadi bilang, dibandingkan dengan tahun lalu, realisasi asuransi pertanian tahun ini meningkat drastis. Tahun lalu, hanya ada lahan sekitar 200 ribuan ha yang didaftarkan asuransi pertanian, tapi tahun ini malah sudah mencapai 375 ribu pada awal September. Dan itu masih berpotensi meningkat hingga akhir tahun.

Melihat adanya peningkatkan minat petani masuk asuransi, Kemtan menargetkan lahan pertanian yang dicover asuransi tahun 2017 bisa mencapai 1 juta ha di seluruh Indonesia. Kemtan akan terus gencar melakukan sosialisasi asuransi pertanian agar petani tidak rugi bila terjadi gagal panen atau pun puso. (afr/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait