Tuesday, 27 October 2020

Miliki Saber Pungli, Masyarakat Berharap Kinerja Maksimal

post-top-smn
Bupati kukuhkan tim saber  pungli

Bupati kukuhkan tim saber pungli

Ngawi, SMN – Tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) dikukuhkan Bupati Ngawi pada 17 Januari 2017 lalu di Pendapa Wedya Graha. Tim ini terdiri dari unsur penegak hukum ini, diantaranya Polres Ngawi, Inspektorat Ngawi, Kejaksaan Negeri Ngawi dan Sub Denpom 12 Ngawi, dengan beranggotakan 28 personel. “Tim ini semoga bekerja dengan baik dan melakukan pengawasan maksimal demi pencegahan adanya pungutan liar,” ujar Bupati Ngawi, Budi Sulistyono.

Tim Saber Pungli, menurut Kanang, sapaan akrab bupati Ngawi, juga memiliki kewenangan pengawasan dan tak akan mampu bekerja maksimal tanpa bantuan dari masyarakat. Pencegahan pada pungli, menurut dia, bisa dilakukan bila prosedur pelayanan publik dilaksanakan dengan baik. “Prosedur yang dilakukan dengan baik dan benar, bisa mengantisipasi  adanya gratifikasi, penyuapan ataupun pungli. Dengan adanya pelayanan publik yang tandar dan dilaksanakan dengan baik, akan mampu menekan potensi pungli maupun penyuapan,” ungkapnya.

Sebagai bupati, Kanang juga berharap bahwa tim saber pungli juga bisa mendorong berkurangnya keluhan atas pelayanan pemerintah, agar tidak terjadi upaya mempercepat suatu proses pelayanan lewat jalan unprosedural seperti menyuap. “Silakan saja tetap lakukan dan sudah ada tim Saber Pungli yang akan bertindak,” katanya.

Tim Satgas Saber Pungli untuk tahap awal lebih difungsikan untuk mengawasi pada instansi yang memiliki peran pelayanan kepada masyarakat langsung seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM dan PPTSP) maupun dinas lainya.

Sementara itu Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmaji meminta masyarakat ikut aktif mencegah pungutan liar dengan tidak membiasakan berbagai pengurusan pelayanan publik lewat jalan belakang. “Jangan coba-coba lakukan pungli kalau tidak ingin mendapatkan penindakan hukum,”  ujarnya.

Masyarakat Ngawi sendiri berharap, adanya tim Saber Pungli, bisa berfungsi maksimal. Apalagi beberapa pelayanan publik di Ngawi selama ini masih sering jadi keluhan. Tarif pelayanan publik yang diatur dalam Perda, seringkali tidak dijelaskan dengan gamblang sehingga warga tidak mengetahui dengan pasti berapa tarif resmi pengurusan sebuah dokumen atau perizinan tertentu. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait