Saturday, 31 October 2020

Merasa di Abaikan oleh Unit I Adesta Mengadukan ke Propam Pamekasan

post-top-smn

IMG_20170221_092812 Pamekasan, SMN – Resort Polres Pamekasan dianggap kurang bisa dalam mengayomi saat menangani kasus Perbuatan yang tidak menyenangkan yang dilakukan oleh Muhamad Sahlan (40) warga asal Desa Polagan Kecamatan Galis kepada salah seorang asal Dusun Kebun Desa Pademawu Timur Kecamatan Pademawu Adesta Melani Citra Sandi (33) seorang ibu rumah tangga dengan mempunyai dua orang anak. Perbuatan  yang tidak menyenangkan ini telah dilaporkam di SPKT Polres Pamekasan pada selasa (10/11/2016). Peristiwa kejadian Perbuatan yang tidak menyenangkan itu di hari selasa sekitar pukul 07.30 wib (10/11/2016) di dusun Kebun desa Pademawu diduga telah terjadi  pidana perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh terlapor kepada pelapor melalui sms. Kronologis tersebut terlapor sedang berusaha untuk mendekati pelapor dengan segala cara dengan macam janji janji melalui sms. Namun pelapor tidak menggubris sms terlapor yang membuat pelapor kesal dan sakit hati, tutur pelapor.Saat ditemui awak media, pelapor merasakan bahwa dirinya belum puas atas pelaporannya tersebut ( 10/11/2016 ) yang pasalnya hasil dari laporan di SPKT Polres Pamekasan yang ditangani oleh Unit I sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak kepolisian, tuturnya.

Tak hanya sampai disitu  sekitar hari senin pagi (27/02/2017) pelapor kembali lagi ke Polres Pamekasan untuk menanyakan terkait tindak lanjut atas pelaporan kasus perbuatan kurang menyenangkandan disana saya tidak mendapatkan hasil apa apa sedangkan kasus saya ini sudah 4 bulan lamanya, terang pelapor. Dengan rasa kekecewaan yang sangat mendalam pada hari itu juga ( 27/02/2017 ) pelapor langsung mengadukan masalahnya ke Propam Pamekasan tentang terabaikan laporannya oleh Unit I Polres Pamekasan.Pengaduannya ke pihak Propam , pelapor mengatakan bahwa pihaknya merasakan tidak diberkan pengayoman oleh pihak Unit I. Dirinya merasa bahwa laporannya dirasa diabaikan dan beku sampai saat ini tanpa adanya penyelidikan lebih lanjut lagi.Desta begitu nama panggilan pelapir tersebut benar benar merasa kecewa besar paskanya kasus yang alami ini sudah 4 bulan lebih tidak ada ujung kejelasannya terutamanya dari pihak Unit I Polresx Pamekasan yang menangani kasus ini.

Melalui lansir SMN, hari kamis (02/03/2017) saat ditemui dikediamannya Adesta menuturkan seharusnya pihak Polres setidaknya bijaksana dan tegas dalam menangani dan mengayomi masyarakat dan saya pribadi datang dalam melaporkan dengan cara baik baik menanyakan kelanjutannya dari penyidikan kasus saya dan disana ternyata saya di terima dengan pelayanan yang sangat kurang baik oleh anggota Unit I dengan membentak bentak dan memarahi seenaknya, katanya. Saya merasa tidak terima akan hal perilaku anggota Unit I sambil ditunjukkan fotonya kepada petugas Propam Pak Edi, pungkasnya. Alhasil dari pengaduan laporan ke Propam Pamekasan akhirnya pihak dari Unit I, bertandang ke kediaman pelapor ( Adesta ) di dusun Kebun desa Pademawu Timur sekitar (28/02/2017) selasa seputar pukul 19.30 wib yang merupakan penyidik Unit I yang menangani laporan tersebut menjelaskan kepada pelapor, “Mengapa sampai 4 bulan kasus ini terabaikan dengan beralasan terlalu banyaknya berita laporan yang menumpuk” dan sehingga laporan saya berada di urutan yang paling terbawa, tandasnya.

Dengan harapan ini saya menghimbau kepada pihak polisi harus bertindak tegas atas semua yang terjadi terutama sebagai wadah pelayanan masyarakat sekaligus pengayom masyarakat, imbuhnya. (hen)

post-top-smn

Baca berita terkait