Thursday, 22 October 2020

Menteri PU PR Tinjau Jalan Tol, Prihatin Kondisi Jalan Nasional

post-top-smn
Menteri PUPR saat  tinjau tol ruas  Ngawi

Menteri PUPR saat tinjau tol ruas Ngawi

Ngawi, SMN – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dr. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc, meninjau ruas tol Ngawi, Senin (20/2) kemarin. Dalam tinjauan tersebut, Menteri PUPR juga mendengarkan paparan pelaksana pekerjaan tol ruas Ngawi dan menjanjikan mulai akhir tahun 2017 jalan tol ke arah Kertosono bisa dioperasikan. “Masih ada beberapa kendala pembebasan tanah yang belum tuntas, namun ditargetkan akhir Februari ini sudah selesai,” kata Menteri PUPR Mochamad Basoeki.

Saat ini pembebasan lahan yang masih banyak tertinggal berada di jalur Kertosono-Ngawi sebanyak 310 titik namun  di ruas Ngawi hanya ada beberapa titik dan sudah dalam proses diselesaikan. “Lahan yang di ruas Ngawi, uang ganti ruginya sudah diambil hanya pemilik minta waktu sampai menyelesaikan panen dan mungkin akhir Februari ini sudah selesai,” ungkapnya.

Lahan rakyat yang terkena tol dan belum bebas, menurut Mochamad Basoeki sebagian besar ada di Mojokerto-Kertosono. bahkan pembangunan jalan tol di lokasi tersebut juga terhitung rendah. “Dengan catatan bahwa lahan itu bisa segera dibebaskan, maka kami target akhir tahun 2017 jalan tol dari Ngawi Nganjuk bisa dipakai,” ujarnya.

Selain meninjau jalan tol. Mochammad Basoeki juga sempat mengunjungi obyek wisata sejarah Benteng Van Den Bosch atau acap disebut benteng Pendhem. Setelah itu dia mendengarkan paparan PT SNJ selaku pelaksana jalan tol ruas Ngawi di Klitik, Kecamatan Geneng.

Menteri PUPR juga menyatakan keprihatinannya akan dampak angkutan material untuk berbagai pembanunan infrastruktur yang membuat banyak jalan nasional menjadi rusak.

“Makanya saya waktu libur Pilkada karena tidak mencoblos ya berangkat ke arah Cirebon dan menemukan banyak jalan berlubang, langsung saya minta untuk diadakan penambalan dan dalam dua minggu harus selesai.” ungkapnya.

Sementara untuk ruas jalan nasional yang di Jawa Timur akan dilihat Basoeki dalam perjalanannya kembali dari Ngawi menuju Surabaya. Sampai saat ini, dirinya baru memiliki data ruas jalan di Jatim yang masuk jalur pantai utara (pantura) semisal Gresik. “Pulang dari Ngawi ini, saya tidak mau lewat tol, lewat darat saja karena ingin lihat kondisi jalan,” katanya. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait