Wednesday, 21 October 2020

MDW Pertanyakan Keseriusan Dewan tentang Kasus PT.SMP

post-top-smn

Demo mdw asli Sampang, SMN – Persoalan yang banyak menyita perhatian publik namun belum terselesaikan baik secara hukum dan sanksi dari pemerintah daeran terkait permaslahan BUMD PT.SMP, Puluhan massa yang tergabung di Lembaga Swadaya Masyarakat Madura Development Watch (LSM MDW) kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang. Mereka menuntut DPRD agar segera mengusut mafia PT Sampang Mandiri Perkasa (SMP) sebagai salah satu anak usaha milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Rabu (15/03/2017).

“Usut tuntas mafia PT SMP yang telah menyengsarakan rakyat Sampang,dan telah terbukti melakukan skandal diveden sebesar 16 M yang sampai saat ini masih belum jelas” tegas Koordinator Massa MDW, Mahrus.

Mahrus mengatakan, seharusnya DPRD berperan aktif dalam pengusutan skandal Deviden PT SMP dan PT GSM. Menurut dia, jika kasus ini tidak menjadi agenda prioritas maka akan muncul preseden buruk bahwa DPRD dianggap lemah.

“Selamatkan aset BUMD dan juga kaji ulang SP3 termasuk kasus pembelian SPBE dan proyek reklamasi. Pemkab harus bertanggung jawab atas hilangnya PAD yang bersumber dari migas,” tandasnya.

Sementara itu, menjawab tuntutan masa, Wakil Ketua 1 DPRD Sampang, Fauzan Adhima mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan tugas dengan maksimal, selain itu DPRD sudah melaksanakan rapat paripurna, dari hasil audit BPK. Serta mengirimkan surat kepada bupati Sampang terkait dari rekomendasi BUMD.

“Kami mengapresiasi, bahwa kami DPRD sudah melaksanakan. maksimal atau tidak silahkan publik yang akan menilai, suatu contoh kami baru ini sudah melaksanakan tugas sesuai fungsinya mengenai LH BPK, tetapi fungsi kami tidak menjastis dalam persoalan ini karena fungsi kami di batasi. Bupati Sampang harus melakukan pembinaan terhadap seluruh jajaran direksi dan dewan komisaris, intinya ada di Bupati, kami hanya sebagai controlling,” kata Fauzan menjawab tuntutan massa.(why)

post-top-smn

Baca berita terkait