Tuesday, 27 October 2020

MASYARAKAT LUMAJANG PEDULI GEMPA LOMBOK

post-top-smn

koordinator LSM, Niken Suyanti.

Lumajang, SMN – Kejadian gempa dilombok beberapa hari yang lalu, meninggalkan kesedihan masyarakat Lombok dan sekitarnya. Beberapa LSM yang peduli dengan bencana tersebut, yang dimotori oleh Niken Suyanti, pemilik Lab Persada,  mengadakan acara untuk mengumpulkan donasi dari warga Lumajang, diantaranya AMS, Semut peduli, PMB, HIPMI, dan masih banyak lagi.

Ada destinasi pengungsi korban gempa yg di kunjungi, dalam rangka menyalurkan bantuan hasil sumbangan dari warga lumajang. Pertama, Dusun kecinan desa malaka kecamatan Pamenang kabupaten lombok utara, terdiri dari 280 KK dan 700 jiwa. Di lokasi ini telah jatuh korban meninggal 7 orang terdiri dari 4 orang tua, dan 3 anak, serta puluhan orang luka luka. Bangunan rumah yg hancur 117 rumah dan 2 tempat ibadah, serta 1 sekolah dasar.

“Untuk kebutuhan yg urgent seperti terpal, makanan, keperluan bayi dan wanita, sudah kami distribusikan kemaren,” jelas Niken selaku koordinator. Disamping kebutuhan pokok, mereka butuh musholla dan sekolah darurat, serta rumah sederhana sehat atau shelter yg bisa dibangun dengan konsep kearifan lokal, seperti model bangunan dari bambu ataupun kayu. “Mungkin bangunan fisik ini bisa kita koordinir nantinya, dengan biaya yg sangat efisien, karena untuk material kayu dan bambu serta tenaga bangunan, sudah tersedia di daerah ini,” tambahnya.

Lokasi kedua yg kita kunjungi adalah dusun orong ramput, desa medana kecamatan tanjung, kabupaten lombok utara. Dilokasi ini korban meninggal 3 orang dan beberapa luka-luka. “Satu hal yg menarik di tempat ini adalah rasa kebersamaan dan disiplin yg cukup tinggi dan mental yang pantang untuk meminta minta,” tegas Niken.

Lokasi yg sangat terisolir baik akses jalan, listrik,  maupun sinyal yg belum pulih, mengakibatkan distribusi logistik kurang begitu memadai, tetapi kekurangan air bersih dan MCK yg kurang memadai, tidak mengurangi niat mereka utk rajin beribadah tepat waktu. Anak-anak juga secara mental sudah berangsur angsur pulih. “Untuk kebutuhan mendesak selain kebutuhan pokok adalah, pembangunan MCK dan air bersih. Insya Allah untuk hari ini, program pipanisasi air bersih akan kami laksanakan secepatnya,” harap Niken.

Lokasi ke 3 adalah sekitaran kecamatan gangga, yang beberapa hari sebelumnya sempat terputus aksesnya akibat jembatan yang rusak. Malam hari ketika kedaerah ini,  ibarat memasuki kota mati. Kondisi yang sepi dan mati lampu, menambah kesan sedih dan muram. Daerah gangga ini terbagi 2 daerah, yaitu gangga luar yg bisa diakses dgn semua kendaraan, serta gangga dalam yg hanya bisa ditempuh dgn motor trail dan mobil 4 WD.

Daerah terakhir yang di kunjungi adalah jalan arjuna 3, dilokasi batu layar senggigi. Meski lokasi ini dekat dengan obyek wisata senggigi, namun bantuan yang masuk kesini sangat terbatas sekali, karena lokasi yang masuk kedalam, dan ada pada daerah ketinggian. Dropping bantuan didaerah ini selesai pukul 1.30 dini hari. Akibat akses jalan yang cukup sempit.

“Rencana recovery kedepan, mungkin menjadi opsi yg patut kita pikirkan bersama. Pendirian MCK portabel maupun permanen serta program air bersih perlu ditangani secepatnya. Setelah itu baru pendirian shelter dan rumah sederhana sehat, musholla dan sekolah darurat juga perlu dilakukan secepatnya,” pungkasnya

Niken berharap, program mereka bisa di sinkronkan di waktu beberapa hari kedepan. Niken menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya pada masyarakat lumajang, yang sudah mendonasikan tenaga, uang, waktu dan pikiran pada kegiatan ini. Semoga mendapat keberkahan dari Allah, Amin. (Atk)

post-top-smn

Baca berita terkait