Thursday, 24 September 2020

Mari Kita Sukseskan Pekan Imunisasi Nasional Polio 2016

post-top-smn

Dinas Kesehatan Kota Kediri

Walikota Kediri Abu Bakar saat akan memberikan tetes imunisasi anti virus Polio pada balita di Taman Posyandu Mangga, Kelurahan Ngronggo

Walikota Kediri Abu Bakar saat akan memberikan tetes imunisasi anti virus Polio pada balita di Taman Posyandu Mangga, Kelurahan Ngronggo

Jagalah Buah Hati Anda dari Ancaman Polio

Ayo! Ke Pos Pelayanan Imunisasi Sekarang Juga

Kediri, SMN Dinas Kesehatan Kota Kediri menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2016 pada Selasa, (08/03) di Taman Posyandu Mangga Kelurahan Ngronggo. Kegiatan ini dihadiri oleh Walikota, Kadinkes beserta jajaranya, anggota dan warga sekitar Taman Posyandu, dan anak sekolah.

Dalam kesempatan ini Abu Bakar, SE menyampaikan, “Sosialisasi dari pelaksanaan PIN Polio ini dilakukan di Posyandu-posyandu, Kader PKK, Kelurahan juga ke sekolah. Abu bakar juga memastikan kalau imunisasi anti virus Polio ini adalah halal, dan harus dilakukan untuk pencegahan terhadap penyakit polio. Hal ini agar tidak terlambat dan tidak terjadi kelumpuhan, makanya harus diberi anti virusnya”.

Ketika saat dikonfirmasi pada kegiatan PIN Polio ini Kadinkes, dr. H. Sentot Imam S. mengatakan, “Bahwa kegiatan PIN Polio 2016 ini merupakan suatu upaya untuk membebaskan penyakit polio bagi generasi baru, yang sehat terbebas dari polio serta dalam rangka mempersiapkan generasi calon pemimpin 20 s.d 30 tahun yang akan datang”. Masih menurut Sentot, ada sekitar 150 balita yang mengikuti PIN Polio di Taman Posyandu Mangga ini dan untuk Kota Kediri targetnya diperkirakan mencapai 20 ribu balita.

Lebih lanjut Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular dan Kronis (P2MK), dr. M. Rizal Amin, menambahkan, “Imunisasi Polio ini sangat penting untuk dilakukan, karena nanti selama 30 tahun kedepan anak-anak kita kelak sebagai generasi penerus bangsa ini, mudah-mudahan mereka diberikan kebebasan dari penyakit polio.

Menurut Rizal, kelak mereka (para balita) agar mampu memberikan kontribusinya pada nusa dan bangsa yang kita cintai ini, Amin” begitu imbuhnya. Pin polio ini memang diharapkan Untuk mempersiapkan generasi yang akan datang agar mereka dapat terbebas dari polio.

PIN Polio adalah pemberian imunisasi tambahan polio kepada balita tanpa memandang status imunisasi polio sebelumnya. Bawalah Balita Anda ke Pos PIN terdekat, pada tanggal: 8 s.d 15 Maret 2016 untuk mendapatkan Imunisasi Polio. Sedangkan untuk pemberian imunisasi polio tambahan dapat diperoleh di Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas pembantu dan Rumah Sakit serta Pos PIN terdekat.

Penyakit Polio merupakan penyakit pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus polio. Secara klinis penyakit polio adalah anak dibawah umur 15 tahun. Situasi Polio di Indonesia kasus polio terakhir ditemukan pada 20 Februari 2006 di Aceh Tenggara, Nanggroe Aceh Darussalam, namun sejak saat itu hingga sekarang tidak pernah lagi ditemukan.

Mengapa dilakukan PIN Polio? Meskipun kasus polio sudah lama tidak ditemukan di Indonesia, namun berdasarkan hasil analisa para ahli. Indonesia dikategorikan beresiko tinggi untuk terjadi penularan virus polio dari negara lain. Analisa para ahli tersebut didasarka pada data yang menunjukkan cakupan imunisasi Polio dosis ke empat nasionaltelah melebihi 90% namun tidak merata di seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Dengan demikian para ahli merekomendasikan agar dilaksanakan PIN Polio dengan sasaran balita (anak usia 0-59 bulan) untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi seluruh anak terhadap virus polio (Dinkes/smg).

post-top-smn

Baca berita terkait