Monday, 21 September 2020

Manfaatkan DBHCHT untuk Wujudkan Wirausaha Baru

post-top-smn
Pelaksanaan pelatihan membuat kue bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) selama sepuluh hari di Katering Bintang, Kelurahan Sananwetan.

Pelaksanaan pelatihan membuat kue bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) selama sepuluh hari di Katering Bintang, Kelurahan Sananwetan.

Kota BlitarMisi Pemerintah Kota Blitar untuk mensejahterakan masyarakat semakin nyata dirasakan masyarakat. Melalui Dana Bagi hasil Cukai hasil tembakau (DBHCHT), Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Blitar menyelenggarakan pelatihan membuat kue bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) selama sepuluh hari di Katering Bintang, Kelurahan Sananwetan yang berakhir kemarin (17/3). Selain pelatihan membuat kue, Dinsosnaker juga menyelenggarakan pelatihan pijat bagi tuna netra dan pelatihan cuci mobil.

Sri Rohana, Kasie Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsosnaker Kota Blitar menyampaikan pelatihan ini diutamakan bagi PMKS yang merupakan usulan dari Kelurahan. Diharapkan pasca pelatihan ini terlahir wirausaha-wirausaha baru. “Kita harapkan ada tenaga siap pakai. Ketika mereka ikut catering sudah memiliki ketrampilan dan dapat meningkatkan kesejahteraan”, jelas Rohana.

Pelatihan ini dibagi dalam tiga kelompok dan masing-masing mendapatkan materi enam sampai tujuh resep. Hal ini akan menjadikan kemampuan dalam membuat kue sangat bervariasi. Bertindak selaku instruktur

Ditambahkan Rohana, tindak lanjut dari pelatihan ini diharapkan peserta bisa memanfaatkan kegiatan ini untuk membuat kelompok untuk bersama membuat kue. “ Di Kota Blitar ada beberapa event yang dapat digunakan sebagai media memasarkan hasil pelatihan. Ada wisata kuliner kenanga, ada pameran, dan ada berbagai tempat-tempat yang dikunjungi oleh wisatawan”, jelasnya.

Suwarni, salah seorang peserta menyatakan nilai manfaat dari pelatihan ini. Utamanya bagi ibu-ibu yang belum memiliki pekerjaan tetap sehingga dapat menambah penghasilan. “Pelatihan ini sangat bermanfaat. Saya mendapatkan berbagai resep dan praktek membuat kue serta bisa langsung diterapkan. Kita jadi mengenal bahan-bahan kue yang beraneka macam. ” jelas peserta asal Kelurahan Tanggung ini.

Beberapa resep yang dipelahari ini bolu kukus, kue tok, brownies singkong, menut, bola tahu, crocket, risoles, dadar gulung, sus fla, dan aneka resep lainnya. Dengan pelatihan ini, peserta bahkan terbuka luas kesempatannya untuk mengembangkan berdasarkan konsep dasar yang diajarkan. Peserta berharap, ada pasar dari produk yang telah dihasilkan.

Terkait cukai, Wakil Wali Kota Blitar Blitar, Santoso, mengharapkan masyarakat untuk tidak menjual, mengedarkan, dan mengkonsumsi rokok ilegal. “Rokok ilegal jelas merugikan. Bahkan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang cukai ada ancaman hukum pidana dan denda kepada mereka yang melanggar”, kata Santoso.

Peserta pelatihan mempraktikkan membuat kue

Peserta pelatihan mempraktikkan membuat kue

Rokok ilegal ada beberapa macam bentuknya. Di antaranya modusnya adalah tidak memasang cukai yang biasa dikenal dengan rokok polos atau rokok bodong, menggunakan cukai palsu, dan memasang cukai yang bukan peruntukannya.

Sejalan dengan peraturan perundangan yang berlaku, Pemerintah Kota Blitar mengelola DBHCHT di antaranya untuk peningkatan pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan/atau pemberantasan barang kena cukai. Seluruh program/kegiatan yang dibiayai dari DBHCHT ini juga terus berusaha disinergikan untuk mendukung visi APBD Pro Rakyat Jilid Dua.

Selama ini pemerintah Kota Blitar telah berupaya melaksanakan berbagai program dan kegiatan dari DBHCHT diantaranya memperbaiki layanan kesehatan, melakukan berbagai pelatihan bagi UMKM, membantu permodalan, memperluas akses terhadap lapangan pekerjaan, dan melakukan sosialisasi bahaya rokok ilegal.

Santoso menambahkan Pemerintah Kota Blitar telah berkoordinasi dengan Kantor Bea dan Cukai Blitar. Hasilnya, masyarakat yang memproduksi rokok yang akan dijual diharapkan mengurus ijin dan memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC). “Silahkan urus ijinnya. Mengurus NPPBKC di Kantor Bea Cukai Blitar mudah dan gratis”, pungkasnya. (hms/adv/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait