Sunday, 25 October 2020

Longsor Nganjuk, Pemerintah Fokus Lakukan Evakuasi

post-top-smn

 

Gus Ipul di sambut hangat oleh masyarakat dan para relawan di Posko Bencana Alam Longsor Dusun Dlopo, Desa Kepel Kab. Nganjuk

Gus Ipul di sambut hangat oleh masyarakat dan para relawan di Posko Bencana Alam Longsor Dusun Dlopo, Desa Kepel Kab. Nganjuk

Nganjuk, SMN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur beserta TNI, Polisi, Basarnas dan seluruh pihak fokus melakukan evakuasi terhadap lima korban bencana longsor di perbukitan Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat meninjau Posko Bencana Desa Ngetos, Kab. Nganjuk, Senin (10/4) malam.

Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim mengatakan, proses evakuasi diawali dengan memasukkan alat berat ke lokasi bencana. Diperlukan kesabaran karena lokasi tersebut sangat sulit medannya. “Evakuasi ini akan dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0810 Nganjuk, Letkol Arh Sri Rusyono” katanya.

Karena sulitnya medan, target penyelesaian evakuasi masih belum ditentukan. Karena itu, dirinya minta warga bersabar dan terus berdoa agar proses evakuasi berjalan lancar. “Alat berat bisa turun saja sudah Alhamdulillah, mari kita dukung agar proses evakuasi sukses, lakukan apa yang diperintahkan komandan Kodim” ujarnya.

Setelah evakuasi, langkah berikutnya yang wajib dilakukan adalah memutuskan daerah longsor tersebut masuk kategori zona merah atau tidak. Keputusan ini penting, karena kawasan tersebut nanti akan steril dari permukiman penduduk ataupun lahan pertanian, serta masih bisa digunakan untuk bertani atau tidak.

“Ini harus diputuskan oleh bupati bersama Forpimda dan swasta, apakah ini masuk zona merah atau tidak? Kemudian, masih ada peluang untuk digunakan bertani oleh warga atau tidak? Jika tidak, bagaimana solusi bagi warga yang mata pencahariannya dari bertani tersebut? Ini demi keamanan semuanya” katanya.

Menurutnya, terdapat 300 lebih daerah rawan bencana di Jatim. Disetiap kabupaten/kota diperkirakan rata-rata ada 10 daerah rawan bencana longsor yang dimulai dari retakan rendah, sedang sampai retakan tinggi.

Belajar dari peristiwa ini, Gus Ipul mengingatkan kesadaran masyarakat agar menjauh dan tidak masuk di zona-zona rawan longsor. Sebenarnya ditempat longsor Ngetos sudah diketahui dengan baik sebelumnya oleh masyarakat sekitarnya. Tetapi kepeduliannya yang perlu ditingkatkan.

Meski lokasi longsor di Ngetos jauh dari permukiman dan longsor menutupi sungai, namun tetap dikhawatirkan akan terjadi banjir bandang. Karena itu, sebanyak 70 kepala keluarga akan diungsikan ke tempat lebih aman. Di lokasi saat ini juga sudah didirikan dapur umum serta tenda kedaruratan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi, termasuk bantuan medis dari Dinas Kesehatan Nganjuk.

Mengenai bantuan, Gus Ipul mengatakan, masyarakat dibolehkan memberikan bantuan, tapi bantuan tersebut bukan berupa makanan dan minuman. Sebab saat ini bantuan sudah sangat berlebih. Contohnya di Ponorogo bantuan makanan dan minuman sangat melimpah.

Usai meninjau posko, Gus Ipul juga bertakziah ke rumah-rumah keluarga korban longsor. Sebagai informasi, lima korban longsor adalah Paidi (55) warga Dusun Njati Desa Blongko dan 4 orang lainnya berasal dari Dusun Sumber Bendo yaitu Kodri (15), Doni (23), Dwi (17) dan Bayu (14).

post-top-smn

Baca berita terkait