Tuesday, 24 November 2020

Langgar Perda, Meresahkan dan Membuat Tak Nyaman, Anak Punk Ditertibkan 

post-top-smn

 

Razia dan pembinaan anak punk

Razia dan pembinaan anak punk

Ngawi, SMN – Sejak awal Mei lalu, beberapa anak remaja dengan pakaian compang-camping, dominan warna hitam, berkalung dan bertindik, berkeliaran di berbagai sudut lampu merah. Keberadaan mereka semakin dikeluhkan karena si sebuah akun media sosial, ada yang menulis status bahwa anaknya sempat akan dipalak oleh para remaja dengan penampilan awut-awutan dan mengaku anak punk tersebut.

Polisi bersama petugas Dinas Satuan Polisi Pamong Praja pun tak tinggal diam, pada 10 Mei dan 12 Mei lalu, anak-anak ini ditertibkan. Pada penertiban pertama, polisi memberikan pengarahan dan hukuman pembinaan yakni menghormat bendera. Rata-rata usia mereka masih di bawah 20 tahun, bahkan sebagian besar merupakan anak-anak drop out atau tidak meneruskan sekolahnya.

Penertiban yang yang dilakukan untuk kedua kali berhasil menjarings sekitar 8 orang. Bahkan ada pula remaja perempuan yang ikut terjaring petugas. Selain itu ada anak punk yang membawa gir motor dan akhirnya menjalani proses di kepolisian karena patut diduga digunakan sebagai senjata tajam. “Keberadaan mereka sendiri sudah melanggar tentang Keteriban Umum yang sudah diterbitkan Pemka Ngawi, namun  kalau ada unsur kriminal itu menjadi urusan hukum,” ungkap Didik Rahmat Purwanto.

Sebagian anak-anak punk yang terjaring ini mengaku pada petugas bahwa mereka tidak bahagia dengan situasi di rumah sehingga memilih hidup di jalan. Mereka menyambung hidup dengan mengamen dan tidur di sembarang tempat. Di Ngawi, daerah operasi mereka di sekitar lampu merah perempatan Kartonyono dan terminal lama.

Petugas sendiri selain melakukan razia juga memberikan pengarahan serta berusaha memulangkan anak-anak punk ini agar kembali berada di rumah, terutama untuk para remaja perempuan. “Bagaimana pun kehidupan di jalanan itu keras dan lebih berbahaya, masalahnya sudah dipulangkan pun besar kemungkinan mereka balik lagi,” ujar Didik. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait