Saturday, 26 September 2020

Lagi-lagi Kota Sampang di Rendam Banjir

post-top-smn

 

Salah satu rumah warga yang terkena banjir hingga ketinggian mencapai 1 meter lebih

Salah satu rumah warga yang terkena banjir hingga ketinggian mencapai 1 meter lebih

Sampang, SMN – Banjir yang kembali menerjang kota sampang selama dua hari hingga kemarin (28/2) kembali berdampak pada dunia pendidikan. Dimana sejumlah lembaga sekolah tergenang air banjir dengan ketinggian yang bervariasai mulai dari 1 m hingga 1,5 meter. Beruntung, banjir ini datang melanda diakhir pekan. Sehingga siswa tidak menjadi korban akibat genangan banjir yang biasanya memaksakan harus dibebaskan untuk sementara dari kegiatan belajar mengajar (KBM).

Sebagian besar sekolah yang dilanda banjir kali ini berada dikawasan rawan banjir. Dimana banjir yang mulai datang sejak jumat malam (26/2) dini hari mengakibatkan sedikitnya delapan lembaga sekolah tergenang air luapan kali kemoning. Namun, hal ini sempat membuat panik para penjaga sekolah, lantaran kondisi sekolah yang lagi masuk akhir pekan.

Fauzi, salah satu Waker (Penjaga sekolah, red) mengatakan banjir yang mulai masuk kota sejak subuh memang sempat membuat kepanikan. Dimana seluruh areal kelas yang ada tertutup rapat, terlebih ruang kantor. “Kalau banjirnya semakin besar dan masuk kelas gimana cara ngebersihinnya mas,” ujarnya, kemarin.

Sebagai penjaga sekolah disalah satu SD negeri yang berada diwilayah rawan banjir, dirinya merasa prihatin ketinggian air banjir bilamana musibah ini mulai melanda kota. Sebab, sekolah yang berada dijalan Imam bonjol ini akan menjadi sekolah pertama yang akan digenangi air banjir bila musibah ini menyerang. “Tapi kalau kelas saya masih bisa bersihin sendiri mas, tapi kalau ruangan kantor karena banyak arsip, kuncinya dipegang sama guru atau kepala sekolah,” ungkapnya.

Sebagaimana sebelumnya, banjir kemarin juga sempat menggenangi sejumlah sekolah yang berada dikantor banjir. Seperti SMKN I Sampang, SMPN VI Sampang, SDN Gunung Maddah III, SDN Pasean I, SDLB I Dalpenang, SDN Dalpenang I, SDN Dalpenang II dan SDN Dalpenang III. Beruntung, banjir melanda saat akhir pekan meskipun air baru surut kemarin sore.

Dengan kondisi tersebut, dirinya berharap agar banjir segera surut, agar semua siswa nantinya dapat bersekolah dengan kondisi sekolah yang sudah bersih. “Semoga banjirnya tidak lama dan segera surut, biar kita bisa segera membersihkan areal sekolah yang tergenang,” ucapnya.

Seperti diketahui, banjir yang melanda kota sampang datang secara tiba-tiba tanpa adanya hujan deras yang melanda kota. Sehingga masyarakat menganggapnya musibah ini sebagai musibah dadakan. Meskipun sebelumnya sudah ada peringatan dini dari penanggulangan bencana setempat, namun tetap musibah klasik tersebut merugikan warga. Baik dalam segi pendidikan maupun dalam segi ekonomi dan lainnya.

Disalah satu sisi, banjir yang merendam sedikitnya 8 desa dan kelurahan ini memang terbilang banjir besar. Lantaran, dari catatan masyarakat banjir yang terakhir kali merendam kota sampang dengan ketinggian serupa terjadi ditahun 2002 dan 2011 lalu. Sehingga tidak heran jika banjir tersebut surutnya lama hingga memakan waktu selama dua hari.

Beberapa desa yang menjadi langganan banjir ini yakni desa pasean, tanggumong, kemuning, gunung maddah, panggung, banyumas, panyepen dan pangilen. Sedikitnya pula kelurahan dalpenang, kelurahan gunung sekar dan kelurahan rongtengah yang berada dipusat kota hingga kemarin mencapai ketinggian 1,5 meter lebih. “Kita coba evakuasi warga yang terjebak banjir sejak sabtu malam dan memberi bantuan logistik bagi warga yang terkena banjir parah,” ujar kepala BPBD Wisno Hartono kemarin.

Dikatakan, banjir tersebut pula selain merendam areal sawah dan rumah warga juga merendam jalan raya. Jalan menuju dan arah pamekasan surabaya lumpuh total selama 1 hari. Karena jalan aternatif yang berada disisi selatan juga terendam air bah setinggi hampir 1 meter. “Kita himbau kepada sopir kemarin untuk tidak nekat dan menunggu banjir sampai surut,” ungkapnya kembali.

Sementara itu, dibandingkan dengan banjir terakhir kali yang melanda kota sampang awal bulan Pebruari lalu hingga adanya korban jiwa, kemarin berkembang kabar bahwa banjir kali ini pula terjadi hal yang sama. Disebutkan, salah satu santri PP didaerah jrengik dilaporkan hanyut terbawa arus sungai saat banjir melanda. Hal ini semakin menambah daftar panjang dan keyakinan masyarakat jika banjir akan memakan korban jiwa. (Why)

post-top-smn

Baca berita terkait