Wednesday, 28 October 2020

Kunjungan Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni ke Hongkong, Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni Bantu Dadak Merak Paguyuban Seni Reyog Singo Wiromo Hongkong

post-top-smn
Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni saat memberikan sambutan di acara serah terima dadak merak dari Pemkab Ponorogo kepada paguyuban reyog Singo Wiromo Hongkong

Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni saat memberikan sambutan di
acara serah terima dadak merak dari Pemkab Ponorogo kepada
paguyuban reyog Singo Wiromo Hongkong

Ponorogo, SMN – Ponorogo, merupakan daerah yang tersohor destinasi wisatanya terutama Reyog Ponorogo. Bukan hanya dikalangan Ponorogo saja, namun hingga sampai ke manca Negara. Hal tersebut didukung oleh Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni yang benar-benar sangat perduli dengan masyarakat dan budaya Ponorogo, baik di Ponorogo maupun di luar negeri. Pasalnya hal tersebut terbukti dengan kujungannya ke negeri Hongkong beberapa waktu lamanya, dalam rangka memberikan bantuan berupa dadak merak reyog kepada kelompok paguyuban seni reyog TKI Singo Wiromo. Dimana semua anggotanya wanita, yang sekarang bekerja sebagai tenaga kerja wanita di Hongkong. Hadir dalam giat, Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni beserta rombongan, Sekda Ponorogo Agus Pramono, Konsul Jendral Republik Indonesia di Hongkong Tri Tharyat, Konsul Pemberdaya Sosial Dan Budaya Indonesia di Hongkong Yuni Suryati, Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Ponorogo Sapto Djatmiko, Kepala Dinas Perdakum Ponorogo Addien Andhanawarih dan segenap undangan yang Hadir, pada hari Sabtu 18/3.

Dalam sambutannya, Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni menyampaikan, Pihaknya berterimakasih kepada warga Ponorogo yang sekarang menjadi tenaga kerja wanita di Hongkong karena telah peduli dan menguri-uri budaya Ponorogo, ujarnya.

Menurut Bupati Ipong, Dirinya juga sangat mengapresiasi paguyuban tersebut, meskipun para anggotanya semua para tenaga kerja Indonesia dengan berbagai kesibukan yang luar biasa, masih ada kesempatan untuk peduli dan eling kepada budaya leluhur seni Reyog Ponorogo. “Dengan menguri-uri budaya bisa menjadi obat rindu pada Ponorogo,meskipun sudah ada sosmed dan video call segala macam media, Saya yakin perasaan kangen pada kampung halaman di Ponorogo pasti masih muncul”, tuturnya.

Dengan dibentuknya paguyuban seni reyog Singo Wiromo dapat menjadikan tempat kangen-kangenan dan sebagai wadah untuk silaturahmi dan berkumpulnya para TKI yang berasal dari Ponorogo maupun silaturahmi sesama buruh Migran yang ada di Hongkong dengan kegiatan yang positip,”Jangan sampai ada Rita-Rita yang lainnya, jaga kekompakan,” Dimana bumi dipijak, disitu Reyog dijunjung”, himbaunya.

Sementara itu, Bupati Ipong juga bersikukuh akan memperjuangkan seni Reyog Ponorogo agar tidak diakui sebagai budaya Negara lain, dengan lantang mengatakan, ” Hari ini juga saya akan memperjuangkan seni Reyog Ponorogo agar dicatat di badan PBB di UNESCO agar tidak diakui sebagai kebudayaan Negara lain dan diklaim sebagai budaya Malaysia”, Tegasnya.” Kita berharap agar kedepan Reyog Ponorogo juga dicatat badan PBB di UNESCO sebagai warisan Ponorogo yang disosialisasikan di semua tempat di berbagai Negara, seperti keris. Sehingga budaya Reyog Ponorogo sebagai warisan leluhur tersohor disemua Negara dan Mendunia, sebagaimana visi Ponorogo lebih maju, berbudaya dan religius”, Pungkas Bupati Ipong.

post-top-smn

Baca berita terkait