Wednesday, 28 October 2020

Kota Blitar Raih Penghargaan Wahana Tata Nugraha dan Akuntabilitas Pemerintahan

post-top-smn
Kota Blitar mendapat pengharagaan AKIP yang diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Kantor Gubernur Jatim

Kota Blitar mendapat pengharagaan AKIP yang diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Kantor Gubernur Jatim

Kota Blitar, SMN – Penghargaan membanggakan tingkat nasional kembali diraih Kota Blitar. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Samanhudi Anwar, Kota Blitar meraih Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) dan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (AKIP) berpredikat B. Piala diserahkan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden RI Jalan Medan Mereka Selatan Jakarta Pusat. Sementara Penghargaan AKIP diserahkan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, di Kantor Gubernur Jawa Timur, Selasa (31/1).

Berbeda dengan penghargaan WTN sebelumnya, kali ini Kota Blitar meraih Piala Wahana Tata Nugraha, sebelumnya Kota Blitar meraih WTN Kategori lalu lintas. Piala WTN ini wujud pengakuan dan apresiasi Pemerintah Pusat terhadap penilaian kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan dengan indikator paling baik.

Wali Kota Blitar, Muh. Samanhudi Anwar seusai menerima piala mengaku bangga. Dia mengatakan, piala ini wujud kerjasama semua pihak, terutama warga masyarakat Kota Blitar yang peduli serta taat pada aturan lalu lintas. Untuk itu, kami menyampaikan banyak terimakasih atas aspirasi masyrakat yang berperan dalam mempertahankan budaya tertib berlalu lintas di Kota Blitar. “Mempertahankan memang sulit daripada meraih tapi Kota Blitar telah membuktikan, bahkan tahun ini meningkat penilaiannya”, tegas Samanhudi.

“Saya benar – benar mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada seluruh masyarakat Kota Blitar. Khususnya Polres Blitar Kota yang memberikan dukungan besar dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Semua akan berjalan baik apabila ada dukungan dari semua pihak. Tanpa adanya kesadaran, partisipasi dan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat Kota Blitar, hal ini tentu tidak mungkin dapat kita wujudkan”, ungkap Wali Kota Blitar. Dia menambahkan, penghargaan ini harus menjadi pemacu kita untuk menjaga, merawat, dan membudayakan kebiasaan tertib dalam berlalu lintas di Kota Blitar.

Penghargaan Wahana Tata Nugraha diperoleh Kota Blitar karena beberapa indikator. Di antaranya Pemenuhan fasilitas kelengkapan lalu lintas, Kelancaran Angkutan Perkotaan, dan Goodwill dan Inovasi Pemerintah Daerah untuk sistem transportasi. Wahana Tata Nugraha ini, jelas Samanhudi, adalah sasaran antara. Tujuan yang sebenarnya adalah menciptakan masyarakat yang tertib dan disiplin dalam berlalu lintas. “Kami berharap masyarakat Kota Blitar dapat menaati aturan lalu lintas seperti yang diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas. Kami harapkan budaya dan disiplin berlalu lintas yang sudah baik ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa –masa yang akan datang. Mengingat tahun depan kriteria penilaiannya akan semakin berat”, jelasnya.

Sementara itu, pada hari yang sama di tempat yang berbeda, Kota Blitar juga menerima penghargaan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Blitar mendapatkan Predikat “B” dari Menpan RB. Kepala Bappeda Kota Blitar, Ir. Djatmiko Budi Santosa menyampaikan, Kriteria penilaian yang ditetapkan saat ini selain mengacu kebijakan tertulis yang sudah ada, juga menuntut instansi pemerintah untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan dan mempraktikan manajemen berbasis kinerja dan mengacu pada praktik baik (best practices) yang berlaku ditempat lain, dengan tetap mengacu dan selaras dengan kebijakan tertulis yang berlaku.

Djatmiko menjelaskan, Selain mempertimbangkan nilai kualitas penerapan (capaian) akuntabilitas kinerja pemerintah Kota Blitar saat ini (kualitas sistem dan dokumen penduduknya), kami juga menilai dan melihat kondisi terakhir, praktik dan hal-hal substanstif yang telah diwujudkan dan dilakukan serta konsistensi dan keberlanjutan implementasinya.

Sementara Kepala Bagian tata Pemerintahan, Damanhuri, S.Pd, MM. Menjelaskan, Beberapa hal yang perlu diperhatikan beserta rekomendasi yang diperlukan sehingga Kota Blitar mendapat predikat “B” adalah; Pemerintah Kota Blitar telah menetapkan RPJMD dan Renstra pada perangkat Daerah. Rumusan tujuan dan sasaran strategis dan indikator kinerja pada RPJMD dan renstra yang telah semakin menggambarkan hasil kondisi yang seharusnya diwujudkan yang diharapkan oleh masyarakat. Karena RPJMD telah dijabarkan kedalam berbagai sasaran strategis dan indikator kinerja pada renstra perangkat daerah sampai kepada pejabat eselon III dan IV. Kondisi ini menumbuhkan budaya kinerja pada sebagian besar aparatur Pemerintah Kota Blitar.

“Dengan predikat Kinerja “B” yang merupakan penilaian mulai dari Recana Kinerja, Pengukuran Kinerja, Pelaporan Kinerja, Evaluasi Internal, serta Capaian Kinerja ini semakin menuntut efektif dan efisien dalam membelanjakan anggarannya. Artinya, konsep yang ditanamkan oleh kepala daerah sudah ditangkap oleh SKPD yang diterjemahkan dalam misi-misi RPJMD. Prestasi ini wajib kita tingkatkan di tahun tahun mendatang, mengingat semua SKPD dalam menyusun Renstra sudah mengacu pada RPJMD sehingga tinggal merumuskan dalam program dan kegiatan”, harap Damanhuri.

“Kepada masyarakat Kota Blitar, meski predikat SAKIP ini tidak berdampak langsung, tetapi bagi masyarakat Kota Blitar wajib bersyukur karena nilai tinggi ini membuktikan bahwa, pemerintah telah efektif dan efisien dalam membelanjakan anggaran daerah meski masih belum optimal”, pungkas Damanhuri.(hms/adv/mam)

post-top-smn

Baca berita terkait